Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pefindo: Pasar Obligasi Korporasi Masih Berpeluang Tumbuh Meski Hadapi Sejumlah Tantangan.

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Pefindo: Pasar Obligasi Korporasi Masih Berpeluang Tumbuh Meski Hadapi Sejumlah Tantangan. Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Direktur Pemeringkatan PEFINDO Hendro Utomo.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memproyeksikan pasar surat utang korporasi Indonesia tetap tumbuh hingga akhir 2026 meski masih dibayangi tingginya premi risiko, kenaikan yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta ketidakpastian ekonomi global.

Dalam PEFINDO Media Forum I-2026, Direktur Pemeringkatan PEFINDO Hendro Utomo menyampaikan bahwa penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) korporasi pada semester I-2026 masih didominasi sektor-sektor dengan kebutuhan pembiayaan yang tinggi. Sementara itu, minat investor terhadap instrumen pendapatan tetap dinilai masih terjaga berkat fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil.

Berdasarkan data PEFINDO, penerbitan obligasi korporasi pada Januari–Juni 2026 mencapai Rp87,35 triliun, turun 3,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, PEFINDO tetap memproyeksikan total penerbitan obligasi baru sepanjang 2026 berada di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun, dengan titik tengah Rp175,77 triliun.

Chief Economist PEFINDO, Suhindarto, mengatakan prospek pasar surat utang korporasi masih positif karena kebutuhan pendanaan perusahaan diperkirakan terus meningkat seiring ekspansi usaha dan berlanjutnya berbagai proyek investasi.

"Fundamental ekonomi Indonesia relatif tetap terjaga. Hal ini menjadi modal penting bagi pasar surat utang korporasi untuk tetap bertumbuh," ujarnya.

Meski begitu, Suhindarto mengingatkan pasar masih menghadapi sejumlah tantangan. Tingginya Credit Default Swap (CDS) Indonesia mencerminkan premi risiko yang masih mahal, sementara yield SRBI yang telah menembus 7,5 persen meningkatkan biaya pendanaan emiten dan membuat instrumen tersebut semakin kompetitif dibandingkan obligasi korporasi.

Selain faktor domestik, risiko eksternal seperti ketegangan geopolitik, suku bunga global yang masih tinggi, volatilitas pasar keuangan, serta kondisi likuiditas domestik juga diperkirakan akan memengaruhi aktivitas penerbitan obligasi hingga akhir tahun.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, PEFINDO menilai kualitas kredit emiten secara umum masih terjaga. Dengan kondisi fundamental ekonomi yang tetap kuat, pasar surat utang korporasi diyakini masih memiliki ruang untuk bertumbuh sepanjang 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Mandirikan Daerah lewat Opt...
Daerah
Momen Unik HUT Ke-81 RI, WN...
Olahraga
Bursa Transfer Liga Spanyol...
Olahraga
Rodri Selangkah Lagi Tingga...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.