Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Yogyakarta Luncurkan 100 Titik Bayar Parkir dengan QRIS di Tepi Jalan Umum

📅 Senin, 06 Okt 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta Luncurkan 100 Titik Bayar Parkir dengan QRIS di Tepi Jalan Umum Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, saat peluncuran 100 titik bayar parkir dengan QRIS di Yogyakarta, DIY, Senin (6/10).

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan 100 titik pembayaran parkir berbasis QRIS di tepi jalan umum untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan transparansi layanan publik.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, saat peluncuran di Yogyakarta, DIY, Senin (6/10), mengatakan percepatan digitalisasi parkir sebagai upaya menjadikan Kota Yogyakarta sebagai contoh penerapan sistem pembayaran nontunai di sektor pelayanan publik.

"Yogyakarta harus bisa menjadi contoh untuk urusan digital parking. Maka, kita percepat lah. Kalau kemarin dulu hanya di 10 titik, sekarang ini bertambah 100. Kemudian nanti akhir Desember 2025 di 350 titik targetnya," ujar Hasto.

Ia menambahkan hingga pertengahan tahun depan diharapkan seluruh titik parkir di Kota Yogyakarta yang berjumlah sekitar 700 sudah sepenuhnya menggunakan sistem pembayaran digital.

"Pertengahan tahun depan, harapan saya sudah 100 persen. Saya kira lambat atau cepat harus dimulai dan harus dikerjakan," tuturnya.

Untuk mengantisipasi masyarakat yang belum terbiasa dengan transaksi digital, Hasto menyebut telah meminta Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menyiapkan dukungan bagi juru parkir (jukir) di setiap titik.

"Kalau kita sudah dinyatakan titik itu pakai QRIS, mungkin juru parkirnya nanti dilengkapi untuk mem-back up, sehingga kalau toh dia itu bayarnya pakai uang langsung, juru parkirnya yang membantu untuk masuk ke sistem QRIS itu," jelasnya.

Sistem digital semacam itu, menurut Hasto, juga mampu mempercepat proses bagi hasil pendapatan antara jukir dan pemerintah.

"Bagi hasil seperti biasa. Hanya sekarang, kan digital, jadi dia akan dapat bagi hasil dalam waktu 24 jam atau kurang dari 24 jam," kata Hasto.

Dia menegaskan perubahan menuju digitalisasi ini harus dimulai dari Yogyakarta sebagai kota wisata, pelajar, dan budaya.

"Kalau kabupaten-kabupaten lain bisa, Kota Yogya tidak bisa, terus bagaimana. (Padahal, Yogya) kota wisata, kota pelajar, kota budaya, turis asingnya banyak. Oleh karena itu, tugas pertama untuk menjadikan Yogyakarta sebagai contoh," ujar Hasto.

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo mencatat adanya tren peningkatan penggunaan pembayaran parkir melalui QRIS di masyarakat.

"Tentu ini menjadi tren positif yang kita harapkan, baik masyarakat, pemerintah, maupun juru parkir bersiap melakukan digitalisasi," katanya.

Menurut dia, penggunaan QRIS tidak hanya memberi kemudahan bagi pengguna, tetapi juga meningkatkan transparansi penerimaan daerah dan profesionalisme para juru parkir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.