Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Gaspol Jadi Kota Global! Pramono Targetkan Masuk 20 Besar Dunia dan Nol Emisi 2050

📅 Senin, 06 Okt 2025, 17:35 WIB | Oleh:
Jakarta Gaspol Jadi Kota Global! Pramono Targetkan Masuk 20 Besar Dunia dan Nol Emisi 2050 Doc: Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Centre for Liveable Cities of Singapore di Balai Kota Jakarta pada Senin (6/10). Ia mengapresiasi lembaga tersebut karena memilih Jakarta sebagai bagian dari kegiatan 15th Leaders in Urban Governance Programme 2025, yang diikuti sejumlah kota dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Pramono menegaskan bahwa Jakarta dan Singapura menghadapi tantangan serupa sebagai kota metropolitan yang terus berkembang. Menurutnya, kedua kota memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lingkungan yang layak huni, berkelanjutan, dan tangguh bagi generasi sekarang maupun masa depan.

“Kami menargetkan Jakarta masuk dalam 50 kota terbaik di dunia pada 2030 dan menembus 20 besar pada 2045. Ambisi ini tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari aspek keberlanjutan, ketahanan, dan inklusivitas. Kami berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, dengan target yang lebih ambisius, yakni 50 persen, serta mewujudkan net zero emission pada 2050,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menjelaskan berbagai program transformasi yang tengah digencarkan Pemprov DKI. Salah satunya adalah mengonversi seluruh armada Transjakarta menjadi bus listrik untuk menekan emisi dari sektor transportasi. Selain itu, desain ulang jalan kota juga dilakukan agar lebih ramah terhadap pejalan kaki dan pesepeda, demi menciptakan mobilitas perkotaan yang aman dan berkelanjutan.

“Transformasi Jakarta juga meluas ke wilayah sekitarnya. Transjakarta kini memperluas jangkauannya hingga kawasan Jabodetabek untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, dan mendorong mobilitas perkotaan berkelanjutan lintas batas kota,” tambahnya.

Pemprov DKI juga tengah membangun fasilitas waste-to-energy untuk mengurangi emisi metana dari tempat pembuangan akhir. Di sisi lain, gedung-gedung publik akan di-retrofitting agar lebih hemat energi, serta ruang terbuka hijau terus diperluas sebagai paru-paru kota. Salah satu proyek terbaru adalah revitalisasi Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan yang kini terhubung langsung dengan transportasi publik.

“Maka dari itu, Jakarta telah membuka lima taman yang beroperasi 24 jam, yakni Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Ini langkah nyata untuk memperluas ruang hijau kota,” jelasnya.

Pramono menegaskan, seiring transformasinya menuju kota global, Jakarta juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang kompleks. Ketergantungan energi fosil, rendahnya penggunaan energi terbarukan, hingga ancaman degradasi lingkungan menjadi tantangan besar yang justru membuka peluang bagi pengembangan energi bersih dan ekonomi hijau.

“Melihat hal ini, kami telah mencatat sejumlah capaian penting, seperti memperkenalkan bus listrik untuk seluruh armada Transjakarta pada 2030, mendorong pertanian kota, mengolah sampah menjadi energi terbarukan, dan melakukan restorasi mangrove untuk meningkatkan serapan karbon. Melalui inovasi tersebut, diharapkan Jakarta mampu mengubah tantangan iklim menjadi sumber pertumbuhan dan ketahanan kota,” ungkapnya.

Selain upaya mandiri, Jakarta juga aktif berkolaborasi dengan berbagai lembaga internasional. Bersama C40 Cities Finance Facility (CFF), Jakarta mengimplementasikan uji coba 100 bus listrik sejak 2019 dan menjalankan program Hospitals Improvement for Green and Just Recovery pada 2025. Program ini mencakup pemasangan panel surya dan peningkatan efisiensi energi di 28 rumah sakit milik pemerintah kota.

Jakarta juga menjadi bagian dari program Clean Air Catalyst yang dipimpin oleh USAID dan World Resources Institute (WRI). Program ini fokus pada pemantauan kualitas udara, riset dampak polusi terhadap kelompok rentan, serta peningkatan kesadaran publik tentang sumber polusi.

Tak hanya itu, Jakarta turut berpartisipasi dalam Climate Action Implementation (CAI) yang diinisiasi oleh C40 untuk mempercepat aksi mitigasi perubahan iklim di Asia Tenggara. Dengan sederet langkah tersebut, Jakarta tak hanya bertransformasi menjadi kota pintar dan hijau, tetapi juga menjadi contoh nyata kota global masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.