Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Binus University Ubah Kulit Pisang dan Serat Daun Nanas Jadi Material Bernilai Tinggi untuk Industri Fashion

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 19:07 WIB | Oleh:
  Binus University Ubah Kulit Pisang dan Serat Daun Nanas Jadi Material Bernilai Tinggi untuk Industri Fashion Doc: Binus University
Ket. Kulit berbahan dasar tumbuhan (plant-based leather) berbahan dasar limbah kulit pisang dan serat daun nanas, yang dikembangkan oleh peneliti dari Program studi Bioteknologi dan Fashion Design Binus University.

JAKARTA - Dalam era yang semakin menuntut produk ramah lingkungan, inovasi di bidang material berkelanjutan menjadi sorotan utama. Salah satu terobosan terbaru datang dari Program studi Bioteknologi dan Fashion Design Binus University.

Pada peneliti di program studi itu berhasil mengembangkan kulit berbahan dasar tumbuhan (plant-based leather) berbahan dasar limbah kulit pisang dan serat daun nanas. Inovasi ini tidak hanya menjawab tantangan limbah organik, tetapi juga menghadirkan alternatif material pengganti kulit hewan dan kulit sintetis yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Dr. Dwiyantari Widyaningrum, selaku tim peneliti dan dosen Program Studi Bioteknologi mengembangkan kulit berbahan dasar tumbuhan berbasis kulit pisang dan serat nanas dapat menjadi solusi antara lain terkait dengan permasalahan limbah dari pengolahan kulit hewan dan juga pengelolaan limbah organik yang kemudian diinovasikan menjadi produk bernilai komersial.

“Penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa material plant-leather ini cukup kuat dan juga dapat dijahit sehingga memungkinkan untuk dikreasikan menjadi produk fashion seperti tas dan dompet. Selanjutnya kami berencana untuk melakukan penelitian terkait peningkatan skala produksi dan memperbaiki sifat mekanik dan ketahanan material terhadap air," ujar melalui keterangannya pada hari Rabu (1/10).

Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil pisang terbesar di dunia, menghadapi persoalan limbah kulit pisang yang jumlahnya melimpah dan jarang dimanfaatkan. Melalui pendekatan bioteknologi, limbah ini diolah menjadi material baru yang tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga bernilai ekonomis tinggi. Kolaborasi lintas jurusan ini memperlihatkan bagaimana ilmu bioteknologi dapat berpadu dengan kreativitas desain untuk menghasilkan produk berkelanjutan yang siap bersaing di pasar global.

Plant-Based Leather: Alternatif Kulit Berkelanjutan

Produk kulit berbasis tumbuhan (plant-based leather) telah menjadi tren dunia dalam upaya mengurangi ketergantungan pada kulit hewan maupun kulit sintetis berbasis plastik. Kulit hewan memiliki dampak lingkungan tinggi, mulai dari emisi gas rumah kaca hingga isu kesejahteraan hewan. Sementara itu, kulit sintetis seringkali berbahan dasar polimer yang sulit terurai.

Inovasi berbasis kulit pisang dan serat nanas yang dikembangkan BINUS University hadir sebagai solusi yang lebih hijau, alami, dan mendukung prinsip sirkular ekonomi. Dengan memanfaatkan limbah pertanian, material ini mampu memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi volume sampah organik.

Uji Ketahanan: Kekuatan dan Fungsionalitas

Salah satu tantangan terbesar dari material alternatif adalah daya tahan. Oleh karena itu, tim peneliti dari Bioteknologi BINUS University melakukan pengujian ketahanan, terutama dari sisi tensile strength (kekuatan tarik) dan kemampuan material untuk dijahit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material kulit pisang–nanas ini memiliki daya tahan yang menjanjikan, cukup kuat untuk diproses lebih lanjut menjadi produk fashion.

Uji tensile strength memastikan bahwa material tidak mudah robek saat ditarik, sementara uji kemampuan jahit menunjukkan potensi material ini untuk diproduksi secara massal menggunakan teknik konvensional dalam industri fashion. Hasil ini menjadi bukti bahwa mengembangkan kulit berbahan dasar tumbuhan dari kulit pisang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga fungsional dan aplikatif.

Dari Laboratorium ke Produk Fashion

Tidak berhenti pada tahap penelitian, tim kolaborasi BINUS University juga menguji potensi material ini dalam bentuk produk nyata. Beberapa prototype dompet dan tas berhasil dibuat untuk menunjukkan aplikasinya. Produk-produk ini tidak hanya menampilkan estetika modern dan stylish, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya fashion berkelanjutan (sustainable fashion).

Dompet dan tas berbahan kulit pisang ini membuktikan bahwa inovasi berbasis limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang diminati konsumen. Lebih dari itu, produk ini dapat menjadi daya tarik baru dalam industri fashion Indonesia, yang semakin terbuka terhadap tren ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemkot Bengkulu Terima 10 R...
Daerah
Disdagin: Harga Kebutuhan P...
Daerah
Pemkot Bandung Berkomitmen ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.