Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gula Arem tak Lagi Hanya Jadi Pemanis Kopi, tapi Diekspor ke Taiwan

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 05:46 WIB | Oleh:
Gula Arem tak Lagi Hanya Jadi Pemanis Kopi, tapi Diekspor ke Taiwan Doc: ist
Ket. gula aren

PALEMBANG -  Selama ini banyak orang melihat gula aren untuk pemanis kopi. Namun, dia kini telah naik derajad menjadi barang ekspor. Produk olahan tanaman pohon palma (Arenga pinnata), gula aren, yang berasal dari sejumlah daerah Sumatera Selatan berhasil menembus pasar Taiwan. Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi setempat pada September 2025 ini memfasilitasi ekspor perdana satu ton gula aren ke Taiwan, kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari, di Palembang, Kamis.

Selain gula aren, pada bulan ini juga memfasilitasi ekspor 19,7 ton kolang-kaling atau biji buah aren muda ke Thailand melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang.

Dia menjelaskan, komoditas gula aren itu sebelum diekspor, dilakukan pemeriksaan karantina tumbuhan oleh tim BKHIT Sumsel untuk memastikan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) serta aman untuk diperdagangkan secara internasional.

Pemeriksaan karantina tumbuhan itu meliputi pemeriksaan fisik dan verifikasi dokumen sesuai dengan ketentuan perkarantinaan serta persyaratan negara tujuan, katanya.

Menurut dia, ekspor tersebut membuktikan bahwa produk lokal Sumatera Selatan mampu menembus pasar internasional, sekaligus menjadi momentum penting dalam mendorong diversifikasi produk ekspor.

Ekspor Sumsel tidak hanya bertumpu pada komoditas utama seperti kopi, kelapa, dan karet, kini mulai membuka jalan bagi komoditas olahan pangan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Untuk meningkatkan kegiatan ekspor tersebut, pihaknya terus mendukung melalui layanan sertifikasi dan pengawasan agar komoditas dari provinsi ini terjamin aman, sehat, dan sesuai ketentuan negara tujuan, jelas Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah.

Sementara Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengapresiasi eksportir sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperluas pasar produk lokal ke mancanegara.

"Ekspor perdana gula aren menjadi penyemangat bagi UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) lokal untuk terus mengembangkan produk olahan dan menjaga kualitas sehingga bisa diterima pasar internasional," ujar Wagub Cik Ujang.

Kolang-kaling

Sebelumnya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan melakukan sertifikasi 19,7 ton kolang- kaling yang akan diekspor ke Thailand melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang pada September 2025 ini.

"Sertifikasi kolang-kaling dari daerah ini merupakan yang pertama kali, diharapkan ekspornya bisa berlanjut dengan jumlah yang lebih banyak," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari, di Palembang. Dia menjelaskan, untuk melakukan sertifikasi itu, pihaknya melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor komoditas tersebut.

Sertifikat fitosanitari (phytosanitary certificate) yang dikeluarkan BKHIT Sumsel menjadi jaminan komoditas tersebut telah memenuhi persyaratan kesehatan karantina serta keamanan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Indonesia Buka Peluang Pena...

Gempa  Venezuela Telah Menelan hamper 5.000 Korban Jiwa

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Gempa  Venezuela Telah Men...
Nasional
Cermati Harga BBM untuk Kap...
Daerah
Menjelang Karnaval, Penerba...
Megapolitan
Kebakaran di Cakung Timur D...

Evaluasi! Jangan Sampai Terulang Ledakan di Madiun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Evaluasi! Jangan Sampai Ter...

Zaman Makin Unik, Daun Bambu Saja Sekarang Diekspor!

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Zaman Makin Unik, Daun Bamb...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.