Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Berencana Siapkan Rumah Subsidi di Jakarta dan Kota Besar

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 07:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Berencana Siapkan Rumah Subsidi di Jakarta dan Kota Besar Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi - Perumahan subsidi di Indramayu, Jawa Barat.

JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, berencana untuk menghadirkan rumah subsidi di kota-kota besar di Indonesia, termasuk di Jakarta.

Dalam menyusun rencana itu, Maruarar atau Ara turut menggandeng BP Tapera, Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah.

"Kami berdiskusi ingin membuat terobosan-terobosan, termasuk dengan pemerintah di daerah dan kota, bagaimana ada rumah subsidi di kota," kata Ara di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Rabu (24/9)malam.

Ara mengatakan rumah subsidi di area perkotaan nantinya akan berupa rumah susun (rusun), bukan rumah tapak, mengingat ketersediaan lahan yang lebih terbatas.

Dengan strategi itu, diharapkan rumah subsidi juga bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga bisa tersedia di area perkotaan.

"Kami akan membuat terobosan baru, bagaimana nanti BP Tapera, Kementerian Keuangan, dan kami bersama pemda, terutama di perkotaan, membuat skema baru untuk rusun yang ada di perkotaan tapi dengan subsidi," tambah Ara.

Untuk area Jakarta, Ara turut berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Ia mengaku telah dua kali menggelar pertemuan dengan Pramono untuk mempersiapkan rencana penyediaan rumah subsidi di Jakarta.

Namun, detail persiapan itu akan ia sampaikan menyusul ketika perkembangan koordinasi lebih matang.

"Kami sudah dua kali bertemu, bersama ya untuk suatu terobosan. Mudah-mudahan ada titik temunya," tutur Ara.

Sebagai catatan, total realisasi kredit perumahan rakyat (KPR) rumah subsidi sejak 1 Januari 2025 hingga 15 September 2025 sebanyak 221.047 unit.

Dari angka itu, jumlah KPR rumah subsidi dari yang masih proses pembangunan, ready stock (sudah dibangun tapi belum akad kredit), hingga akad kredit tapi dana pinjaman KPR-nya belum cair sebanyak 45.385 unit rumah.

Sedangkan, untuk yang sudah realisasi penyaluran KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau rumah subsidi mulai dari yang sudah akad kredit dan dana pinjaman KPR-nya telah cair sampai akad Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera khusus PNS, terbangun dan akad kredit sebanyak 175.662 unit rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

4 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.