Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesehatan Reproduksi Dinilai Strategis Tekan Stunting di Kota Yogyakarta

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Kesehatan Reproduksi Dinilai Strategis Tekan Stunting di Kota Yogyakarta Doc: Dok. Pemkot Yogya

YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir sebagai pembicara utama dalam rangkaian peringatan HUT Ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), HUT Ke-69 PIA Ardhya Garini, dan Hari Rabies Dunia 2025 yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Adisutjipto, Rabu (24/9/2025).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran TNI Angkatan Udara, perwakilan pemerintah daerah, organisasi PIA Ardhya Garini, tenaga medis, serta masyarakat umum.

Dalam kapasitasnya sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Hasto memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang benar, tidak hanya bagi perempuan, melainkan juga bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kesehatan reproduksi adalah kunci untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi akan mencegah berbagai persoalan, mulai dari angka kematian ibu, penyakit menular, hingga lahirnya bayi dengan risiko stunting,” ujar Hasto.

Menurutnya, stunting tidak hanya dipengaruhi oleh gizi saat bayi lahir, tetapi juga terkait erat dengan kesehatan ibu sejak masa kehamilan bahkan sejak remaja. Karena itu, edukasi tentang kesehatan reproduksi dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus rantai stunting di Indonesia.

“Jika kesehatan reproduksi diperhatikan sejak dini, maka ibu akan hamil dalam kondisi sehat, bayi lahir dengan berat badan ideal, dan risiko stunting bisa ditekan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tambahnya.

Hasto juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB). Program tersebut terbukti membantu menekan angka kehamilan, kelahiran, dan menurunkan kematian bayi.

Data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat, pada 2024 terdapat 2.139 kasus kehamilan, sementara hingga Agustus 2025 jumlahnya turun menjadi 1.311 kasus. Jumlah bayi lahir pada 2024 sebanyak 2.137, sedangkan hingga Agustus 2025 tercatat 1.265 bayi. Sementara angka kematian bayi menurun signifikan, dari 21 kasus pada 2024 menjadi hanya 6 kasus hingga Agustus 2025.

“Penurunan angka kehamilan dan kelahiran ini menunjukkan sosialisasi KB berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat. Yang lebih penting, angka kematian bayi menurun signifikan, yang artinya kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kota Yogyakarta semakin baik,” jelasnya.

Selain itu, jumlah peserta KB juga terus meningkat. Pada 2024 tercatat 23.782 peserta, sementara hingga Agustus 2025 sudah mencapai 22.187 peserta. Dengan empat bulan tersisa di tahun ini, Hasto optimistis angka tersebut akan melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Jumlah peserta KB yang terus bertambah menjadi bukti bahwa warga Kota Yogyakarta semakin peduli dengan perencanaan keluarga. Penurunan angka kehamilan dan kelahiran serta menurunnya angka kematian bayi juga menunjukkan perbaikan kualitas layanan kesehatan,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.