Ekonomi Harus Tumbuh Tinggi Guna Wujudkan Zero Deficit Anggaran
📅 Kamis, 25 Sep 2025, 01:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiDiminta dalam kesempatan lain, pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, sah-sah saja jika Pemerintah menargetkan defisit 0 persen, meskipun target tersebut terlalu ambisius. Mungkin kalau untuk target (defisit 0 persen) jangka panjang masih rasional.
“Dalam praktik internasional, dana publik finance management (PFM) negara modern justru memanfaatkan defisit sebagai instrumen stabilisasi ekonomi,”ungkapnya.
Menurut Badiul, Pemerintah lebih realistis, bila fokus pada menurunkan defisit secara bertahap sambil memperluas basis penerimaan negara. Keseimbangan primer (primary balance surplus) bisa menjadi tahap antara menuju APBN nol defisit.
Apalagi jika melihat postur APBN saat ini, lebih dari 70 persen sudah tersedot untuk belanja wajib (gaji ASN, bunga utang, transfer ke daerah dan subsidi), ditambah porsi belanja mandatori seperti pendidikan 20 persen dan kesehatan, sehingga ruang fleksibilitas fiskal semakin kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalau defisit ditekan menjadi 0 persen, maka konsekwensinya belanja pembangunan seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan) bisa tertekan.
Pemerintah papar Badiul harus memperkuat efisiensi belanja yang sudah diamanatkan Presiden Prabowo, terutama dengan memangkas belanja belanja yang non-produktif, dan merasionalisasi kembali rencana tata kelola defisit agar lebih realistis dengan menurunkan defisit secara bertahap ke kisaran 2 persen atau lebih rendah.
“Pendekatan gradual ini menjaga kredibilitas fiskal, tetap memberi ruang fleksibilitas menghadapi guncangan global, dan sekaligus menyiapkan fondasi menuju APBN seimbang di masa depan,”tutup Badiul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!