Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPJS Kesehatan: Jumlah Aduan Turun dalam Beberapa Bulan Terakhir

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 16:43 WIB | Oleh:

"Hadirnya Program JKN telah memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui mekanisme gotong royong, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang bermutu tanpa terhalang kondisi ekonomi atau perbedaan status sosial," katanya.

Di tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat pengeluaran untuk menangani penyakit berbiaya katastropik mencapai Rp37 triliun atau setara 21,32 persen dari total biaya pelayanan kesehatan. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya gotong royong dalam menopang keberlangsungan layanan.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga terus melakukan transformasi mutu layanan dengan memanfaatkan teknologi, mulai dari digitalisasi antrean yang dapat diakses di aplikasi Mobile JKN, simplifikasi layanan administrasi, hingga integrasi layanan dengan seluruh mitra faskes.

"Kami juga perlu mendorong agar faskes mulai mengelola ulasan Google dengan baik karena dengan adanya ulasan positif, maka bisa menjadi referensi utama bagi pasien saat pertama kali berobat," ujar dia.

Iqbal menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Kesehatan bertema "Update Kegawatdaruratan Penyakit Dalam dan Bedah" yang juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Darussalam Gontor (Unida), Khoirul Umam.

Ia menegaskan komitmen kampus dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki pengetahuan luas dan kemampuan inovatif. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan motto Unida yaitu berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.

"Unida hadir untuk menghasilkan insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat, sehat jasmani, serta mampu berpikir kreatif dan bebas dalam memecahkan persoalan umat dan bangsa," ujar Umam.

Sementara itu, Direktur RS Yasyfin Darussalam Gontor, Arrasyid Indra Muliawan menyampaikan bertepatan dengan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, pihaknya ingin menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi ilmu, meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat keterampilan tenaga kesehatan, khususnya dalam penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan penyakit dalam dan bedah.

“Semoga tenaga kesehatan kini semakin siap dan sigap dalam menghadapi berbagai kasus gawat darurat, baik di rumah sakit maupun di faskes lainnya. Ilmu dan pengalaman yang disampaikan para narasumber dalam kegiatan ini semoga bisa diaplikasikan dalam praktik sehari-hari, sehingga berdampak pada peningkatan mutu layanan bagi masyarakat," ucap Rasyid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Medan Tunjukkan Taringnya

43 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.