Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Masih Tertekan, 29 Juni 2026

📅 Senin, 29 Jun 2026, 08:45 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Tertekan, 29 Juni 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini seiring masih tingginya ketidakpastian global. Sentimen utama berasal dari perkembangan nego­siasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memengaruhi preferensi investor terhadap aset aman, serta meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi oleh bank sentral AS (The Fed). 

Kombinasi kedua faktor tersebut berpotensi mendorong penguatan dollar AS, meningkatkan arus keluar modal dari pasar negara berkembang, dan memberikan tekanan ter­hadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ariston Tjendra melihat tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut, hari ini (29/6). Investor masih mencermati perkembangan ter­baru di Timur Tengah, termasuk kabar serangan AS ke Iran. Selain itu, inflasi AS yang masih tinggi dinilai membuka peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga guna me­ngendalikan tekanan harga.

Dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS da­lam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (29/6), bergerak di kisaran 17.850 - 18.000 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Hingga 26 Juni 2026, kurs rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah 1.151 poin atau sekitar 6,86 persen dari akhir tahun lalu yang berada di level 16.771 rupiah per dollar AS. Saat ini, nilai tukar rupiah di penutupan perdagangan, Jumat (26/6) sore, menguat 21 poin atau 0,12 persen dari sehari sebelum­nya menjadi 17.922 rupiah per dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.