Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Cuaca Panas di Sumatera Barat Dipicu Dinamika Atmosfer, Bukan Gelombang Panas

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Cuaca Panas di Sumatera Barat Dipicu Dinamika Atmosfer, Bukan Gelombang Panas Doc: Antara Foto
Ket. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menjelaskan panasnya cuaca di provinsi setempat akibat dinamika atmosfer.

"Dalam beberapa hari terakhir cuaca di Sumbar terasa panas, itu disebabkan oleh dinamika atmosfer," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan, dinamika atmosfer itu dipicu oleh siklon tropis atau tekanan rendah di utara yaitu di sekitar Laut China Selatan.

"Tekanan rendah di utara mengakibatkan konsentrasi awan lebih banyak di sana, sehingga pertumbuhan awan di Sumbar kecil," jelasnya.

Ia melanjutkan, dengan kecilnya pertumbuhan awan di Sumbar maka sinar matahari yang diterima permukaan bumi menjadi maksimal, karena tutupan awan sedikit.

Akan tetapi, lanjutnya, suhu panas yang terjadi tersebut tidak sampai pada kondisi panas yang ekstrem untuk wilayah Sumbar.

Berdasarkan catatan BMKG dalam sepekan terakhir, suhu panas tertinggi yang terjadi di Sumbar hanya sampai 32 derajat Celcius.

"Jadi suhu maksimum absolut yang terjadi dalam sepekan terakhir hanya sampai 32 derajat, sehingga bukan panas ekstrem," jelasnya.

Lebih lanjut Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan secara umum kondisi cuaca di Sumbar sedikit mengalami perbedaan akibat dinamika atmosfer.

Sebab ketika memasuki November, biasanya cuaca sudah mulai memasuki musim penghujan. Namun hingga 4 November musim hujan belum datang, dan yang terjadi malah suhu panas.

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah kondisi kesehatan, seperti banyak meminum air putih.

Selain itu, juga perlu memperhatikan kondisi tubuh di tengah dinamika cuaca tersebut, karena setelah mengalami panas dalam beberapa hari bisa saja cuaca berubah menjadi hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.