Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Zelenskyy Tolak Skenario Korea untuk Akhiri Konflik Ukraina-Rusia

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Zelenskyy Tolak Skenario Korea untuk Akhiri Konflik Ukraina-Rusia Doc: ANTARA
Ket. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

MOSKWA – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menepis usulan bahwa penyelesaian konflik Ukraina dapat dibuat berdasarkan pakta yang mengakhiri Perang Korea 1950–1953 (membelah Korea menjadi dua bagian).

"Skenario kita sangat berbeda dengan yang terjadi di Semenanjung Korea. Di sana, perang berakhir tanpa perjanjian damai yang final.... Bisa jadi kita juga tidak akan memiliki dokumen akhir yang final untuk mengakhiri perang," katanya. 

"Itulah sebabnya beberapa orang, seperti Presiden Prancis (Emmanuel) Macron, mengatakan bahwa jaminan keamanan tidak perlu menunggu perang berakhir,"kata Zelenskyy seperti dikutip oleh surat kabar Ukraina Glavkom, Sabtu (20/9).

Menurut Zelenskyy, gencatan senjata merupakan langkah yang sudah cukup untuk memberikan jaminan keamanan.

Dia lebih lanjut menegaskan bahwa tidak ada yang mempertimbangkan skenario Korea atau Finlandia, atau skenario lainnya.

"Kami akan mendapatkan apa yang akan kami dapatkan," ujarnya.

Seperti diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan secara resmi masih berperang, karena Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, alih-alih perjanjian damai.

Namun, ada Zona Demiliterisasi membentang di sepanjang garis lintang 38 derajat, membagi Semenanjung Korea menjadi dua bagian yang kurang lebih sama besar.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa gencatan senjata jangka pendek hanya akan memberi pasukan Ukraina waktu untuk berkumpul kembali dan mempersenjatai diri.

Putin berpendapat bahwa kesepakatan damai jangka panjang harus didasarkan pada "penghormatan terhadap kepentingan sah semua orang dan semua bangsa yang tinggal di kawasan tersebut."

Sebelumnya, Zelenskyy mengatakan siap bertemu dengan Trump dan Putin dalam format trilateral atau bilateral tanpa prasyarat, tetapi mengesampingkan kemungkinan pertemuan digelar di Moskwa.

"Saya siap bertemu dengan Presiden Trump dan Putin secara trilateral atau bilateral ... Saya siap bertemu tanpa syarat apa pun," kata Zelenskyy dalam wawancara dengan stasiun televisi Inggris, Sky News, yang disiarkan pada Selasa (16/9).

Namun, Zelenskyy mengatakan bahwa ia tidak berniat pergi ke Moskwa untuk bernegosiasi, tetapi terbuka untuk mempertimbangkan usulan pertemuan di negara lain mana pun kecuali Rusia, seraya mengatakan bahwa "ada banyak usulan yang tersedia."

Mengenai gencatan senjata, Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina juga telah siap untuk membahas hal tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proses Evakuasi Korban Ledakan Rumah di Medan

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Proses Evakuasi Korban Leda...
Nasional
DPR Tetapkan Hasil Seleksi ...
Ekonomi
Warung Pangan Diperkuat unt...
Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.