Layanan Trans Koetaradja Kian Luas, Akankah Bus Gratis Jadi Penyelamat Kantong Rakyat Aceh?
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Ampelsa
BANDA ACEH – Layanan transportasi bus gratis diperlukan sebagai instrumen kebijakan publik untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi beban biaya hidup, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Selain memberi akses transportasi yang lebih adil, kebijakan ini juga mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal, sehingga berkontribusi pada pengurangan kemacetan dan polusi.
Dengan desain pembiayaan yang berkelanjutan, bus gratis tidak hanya menjadi bentuk perlindungan sosial, tetapi juga investasi jangka panjang dalam efisiensi ekonomi perkotaan dan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah Aceh memperluas rute Trans Koetaradja di Kota Banda Aceh setelah menerima permintaan masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi bus gratis tersebut.
"Perluasan layanan Trans Koetaradja ini merupakan bentuk respon m terhadap masukan sejumlah masyarakat yang kita terima selama ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal di Terminal Tipe A Banda Aceh, Rabu (17/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluncuran rute baru Trans Koetaradja ini dilaksanakan dalam kegiatan puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Depo Trans Koetaradja, Terminal Tipe A Banda Aceh.
Adapun penambahan layanan tersebut yakni trayek feeder sembilan (Rute Simpang Mesra - Kajhu), dilayani dua unit bus medium dengan waktu operasional pukul 06.50 WIB hingga pukul 17.30 WIB.
Rute ini dimulai dari Simpang Mesra Kota Banda Aceh, melewati Jalan Laksamana Malahayati dan berakhir di Pasar Labuy Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
T Faisal menyampaikan, tujuan utama layanan angkutan massal Trans Koetaradja ini untuk mengatasi kemacetan serta menyediakan sarana transportasi yang mudah dan nyaman bagi masyarakat Aceh yang berada di ibu kota provinsi.
"Bus Trans Koetaradja sudah beroperasi sejak tahun 2016 dan sampai sekarang masih gratis karena disubsidi oleh Pemerintah Aceh," ujarnya.
Dirinya berharap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan bus Trans Koetaradja dalam beraktivitas sehari-hari, baik untuk ke tempat kerja, berbelanja di pasar, mengantar anak ke sekolah, atau kegiatan harian lainnya.
"Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita bahwa ada rute baru yang kita luncurkan tepat pada perayaan Harhubnas, sekaligus menjadi bukti bakti insan transportasi untuk negeri," katanya.
Sebagai informasi, Bus Trans Koetaradja pertama beroperasi sejak 2016 dan terus mengalami penambahan, pada awal hanya sebanyak 25 unit, dan saat ini telah mencapai 59 unit bus.
Untuk jumlah halte permanen di 2016 sebanyak 16 unit, kini berjumlah 94 unit. Tahun 2016 rute yang dilayani hanya satu rute, saat ini sudah menjadi 14 rute. Kemudian, panjang jalan yang dilalui pada 2016 sepanjang 12,6 Km, sekarang mencapai 184,4 km dalam wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!