Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Timnas Terus Dikerjai AFC dan FIFA sebagai Upaya Menggagalkan ke Piala Dunia. Dari Penunjukan Arab sebagai Tuan Rumah hingga Wasit. Susu Dibalas Air Tuba

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 01:46 WIB | Oleh:
Timnas Terus Dikerjai AFC dan FIFA sebagai Upaya Menggagalkan ke Piala Dunia. Dari Penunjukan Arab sebagai Tuan Rumah hingga Wasit. Susu Dibalas Air Tuba Doc: ist
Ket. Timnas Indonesia

JAKARTA – Indonesia katanya bertemanbaik dengan (presiden) FIFA, termasuk dibuatkan kantor di Jakarta. Tapiapa balasannya: susu dibalas air tuba. Timnas Indonesia terus dikejai agar gagal ke Piala Dunia 2026. Pertama, Arab dijadikan tuan rumah putaran keempat. Indonesia dan Irak harus melawan Arab di kandang sendiri. Mana keadilan FIFA, yang katanya teman baik PSSI itu?

Kedua sekarang ini adalah penunjukan wasit putaran keempat. PSSI telah secara resmi mengirimkan surat protes kepada FIFA terkait penunjukan wasit di putaran keempat (round 4) Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang dimainkan pada bulan Oktober mendatang, di Arab.

PSSI mengatakan protes ini dilakukan karena wasit berasal dari kawasan yang sama dengan Arab Saudi dan Irak, dua lawan Indonesia di babak ini. Ia menilai, hal ini dapat berpotensi memengaruhi objektivitas pertandingan.

Sekjen PSSI sudah mengirimkan surat resmi juga ke FIFA. PSS juga akan mengirimkan surat resmi ke AFC mengenai penunjukan wasit. Wasitnya dari negara regional yang sama, dari Kuwait.

Indonesia, Arab Saudi, dan Irak berada di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi 9 Oktober pukul 00.15 WIB (20.15 waktu setempat). Lalu melawan Irak 12 Oktober pukul 02.30 WIB (22.30 waktu setempat). Dua pertandingan ini dimainkan di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi.

PSSI berharap penunjukan wasit lebih netral, jangan dari negara-negara Timur Tengah. Ia menyarankan pihak terkait dapat mempertimbangkan wasit mulai dari Australia sampai negara-negara Eropa. "Nah kita lagi coba melobi ya kalau bisa wasitnya dari tempat yang lebih netral seperti Australia, Jepang, Tiongkok bahkan dari Eropa. Ya kita lihat hasilnya," jelas PSSI.

Satu bulan menjelang dua pertandingan krusial untuk tiket ke Piala Dunia 2026 itu, memang tekanan terus tinggi untuk Indonesia. Oleh karena itu, PSSI terus mengantisipasi faktor-faktor eksternal yang mengganggu persiapan tim Garuda. PSSI sudahmerasakan gangguan-gangguan eksternal kepada Indonesia telah dirasakan sejak lama, termasuk dari batalnya Kuwait menjadi lawan Garuda di Surabaya pada awal September lalu.

"Uji coba kita kemarin sempat tidak terjadi. Banyak informasi ketika bermain di sana, tidak ada pengawalannya. Bahkan telat ke lapangan sampai waktu yang berlebihan," demikian rilis PSSI.

Untuk itu, PSSI akan membuat tim advance untuk jajaki hotel dan tempat. Hotel pun tidak disiapkan oleh Panitia. Ini bagian-bagian PSSI menjaga X-factor supaya tim kami bisa lebih fokus di sana. Yang paling merugikan, jumlah supporter Indonesia sangat dibatasi. Padahal WNI di jasirah Arab sangat banyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
 ​AFPI dan PWI Jajaki Kol...

Harga Cabai Rawit Rp65.000/Kg, Telur Ayam Rp25.000/Kg

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp65.000/...
Nasional
PT KAI Alokasikan 331.463 T...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.