Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pekalongan Terapkan Pembelajaran Koding Kecerdasan Artifisial Mulai dari Tingkat SD

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 13:25 WIB | Oleh:
Pekalongan Terapkan Pembelajaran Koding Kecerdasan Artifisial Mulai dari Tingkat SD Doc: antara foto
Ket. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri di Pekalongan, Selasa (16/9).

PEKALONGAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) mulai menerapkan program pembelajaran koding kecerdasan artificial (AI) tingkat sekolah dasar (SD) sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri di Pekalongan, Selasa (16/9), mengatakan secara nasional terdapat tiga model penerapan koding kecerdasan artifisial, yaitu integrasi dalam mata pelajaran informatika, sebagai mata pelajaran pilihan atau dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler.

"Dari ketiga opsi tersebut, Kota Pekalongan memilih menjadikan koding kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan," katanya.

Menurut dia, pilihan ini dipandang paling tepat, karena akan memberikan ruang khusus bagi siswa untuk mempelajari dasar-dasar teknologi secara lebih fokus tanpa mengganggu pelajaran inti.

Pada tahap awal implementasi, kata dia, dilakukan secara bertahap di sekolah-sekolah yang sudah memiliki guru terlatih.

"Kami mulai dari sekolah yang gurunya telah mengikuti pelatihan penyusunan kurikulum satuan pendidikan. Nantinya, sekolah lain mengikuti melalui proses pengimbasan dari guru-guru yang sudah dilatih tersebut," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Sekolah Dasar, Siti Nurul Izzah mengatakan dengan strategi pengimbasan ini, pihaknya optimistis seluruh sekolah dasar di daerah ini akan mampu menerapkan pembelajaran koding kecerdasan artifisial secara bertahap dan merata.

"Target kami, semua siswa SD bisa merasakan manfaat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) meskipun harus bertahap agar mutu tetap terjaga," katanya.

Ia mengatakan penerapan koding kecerdasan artifisial tingkat sekolah dasar tidak membutuhkan perangkat digital canggih atau fasilitas laboratorium komputer yang lengkap.

"Inti dari pembelajaran ini adalah melatih keterampilan berpikir komputasi (computational thinking) bukan sekadar mengoperasikan perangkat teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka terbiasa berpikir runtut, logis dan sistematis, misalnya melalui permainan logika, menyusun langkah kegiatan sehari-hari atau puzzle yang melatih penalaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

47 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.