BMKG Peringatkan Bibit Siklon Tropis di Barat Daya Aceh, Warga Diminta Waspada
📅 Minggu, 14 Sep 2025, 03:15 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Dok BMKG
MEULABOH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Aceh untuk mewaspadai dampak bibit siklon tropis yang terpantau di Samudera Hindia bagian barat daya Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan deras, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas nelayan dan pelayaran.
“Potensi bibit siklon tropis ini dapat menyebabkan terjadinya hujan ringan hingga lebat dan dapat disertai angin kencang pada sore dan malam hari,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Angga Yudha, kepada ANTARA, Sabtu malam.
Seperti diketahui, bibit siklon adalah awal mula terbentuknya siklon tropis, yaitu badai besar yang bisa menyebabkan angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi di laut.
Bibit ini terbentuk di daerah laut yang hangat, seperti di sekitar Indonesia. Ketika kondisinya tepat, bibit siklon bisa berkembang menjadi badai yang lebih kuat.
Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran. Siklon tropis dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angga Yudha menyebutkan, kondisi ini juga menyebabkan gangguan menyebar ke wilayah perairan Aceh, dan dapat memicu potensi angin kencang dan dapat disertai hujan lebat.
Selain itu, berdasarkan pengamatan citra satelit melalui Trajectory Siklon, pada Sabtu malam juga terpantau dengan kecepatan angin 35km/jam dan tekanan 1009hpa.
“Kondisi ini juga menyebabkan gangguan menyebar ke perairan Aceh khususnya memicu potensi angin kencang dan dapat disertai hujan lebat,” kata Angga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebutkan sejauh ini dampak bibit siklon tropis di barat daya Aceh juga akan berdampak terhadap tinggi gelombang laut, sehingga akan mempengaruhi aktivitas nelayan di pesisir pantai.
BMKG memprakirakan bibit siklon tropis akan terjadi selama tiga hari ke depan di wilayah perairan Aceh.
“Dan akan di update jika ada perkembangan,” demikian Angga Yudha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!