Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar: Energi Bersih Bukan Beban, Tapi Penjaga Stabilitas Fiskal

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar: Energi Bersih Bukan Beban, Tapi Penjaga Stabilitas Fiskal Doc: ANTARA/HO-UID PLN Kalselteng
Ket. SuperSUN merupakan sistem PLTS mikro yang dikembangkan PLN untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Banjar, Kalsel. beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Pendanaan energi bersih menjadi pilar penting dalam transisi menuju ekonomi hijau sekaligus pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

Investasi di sektor ini tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur energi terbarukan, tetapi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan efisiensi energi, serta penguatan ketahanan energi nasional.

Namun, tantangan utama terletak pada kebutuhan dana yang besar dan jangka panjang, sementara instrumen pembiayaan ramah lingkungan masih terbatas.

Karena itu, keterlibatan perbankan, investor institusi, serta instrumen inovatif seperti green bonds dan blended finance menjadi krusial.

Policy Strategist Yayasan Indonesia Cerah (CERAH) Dwi Wulan menilai penguatan porsi pendanaan untuk energi bersih diharapkan mampu berdampak pada stabilitas fiskal hingga menuju misi ketahanan energi nasional.

“Dengan memperkuat porsi pendanaan untuk energi bersih, pembangunan ekonomi melalui industrialisasi bisa didukung secara stabil dan berbiaya kompetitif, sehingga Indonesia bukan hanya menjaga stabilitas fiskal, tapi juga membangun ketahanan energi dan mempertegas komitmen iklim nasional,” kata Dwi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Adapun hal ini mengacu pada langkah pemerintah yang diinisiasi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengalihkan dana kas negara sebesar Rp200 triliun yang selama ini disimpan di Bank Indonesia ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dwi mengatakan, berdasarkan laporan “#BersihkanBankmu-Mendanai Krisis Iklim: Bagaimana Perbankan di Indonesia Mendukung Pembiayaan Batu Bara”, peningkatan pendanaan ke batu bara yang cukup signifikan pada 2021-2024 oleh Himbara.

Tercatat, lima bank domestik Indonesia termasuk Mandiri, BRI, BNI mengucurkan pinjaman hingga 5,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) kepada perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.

Oleh karena itu, Dwi menilai, aliran dana dari langkah baru pemerintah ini perlu dipastikan tidak dikucurkan besar-besaran ke proyek energi fosil untuk menghindari menjadi batu sandungan transisi energi dan risiko kredit macet bagi perbankan.

Lebih lanjut, ia menyatakan pemanfaatan kas tersebut juga perlu diarahkan untuk proyek-proyek berkelanjutan, yakni energi terbarukan.

Apalagi, dari potensi energi terbarukan Indonesia yang menyentuh 3.687 gigawatt (GW), pemanfaatannya baru sekitar 13 GW atau kurang dari 1 persen.

Dwi memproyeksikan, proses industrialisasi termasuk hilirisasi nikel, tembaga, dan bauksit, membutuhkan tambahan energi listrik hingga 50-60 GW pada 2040.

Jika kebutuhan tersebut masih bergantung pada energi fosil, risiko stranded asset sangat besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.