Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kegiatan Terorisme di Indonesia Masih Ada

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kegiatan Terorisme di Indonesia Masih Ada Doc: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN
Ket. Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono

Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).

Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono didaulat sebagai Kepala BNPT yang baru menggantikan Komjen Pol. Prof. Rycko Amelza Dahniel.

Pengangkatan Komjen Pol. Eddy sebagai Kepala BNPT yang baru dan pemberhentian Komjen Pol. Rycko ditetapkan oleh Presiden Prabowo dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 117/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Tinggi di Lingkungan bnpt.

Dalam prosesi pelantikan itu, Kepala BNPT yang baru turut menyatakan ikrarnya bersama pejabat baru lainnya dipandu oleh Presiden Prabowo. Selepas prosesi pengambilan sumpah, Komjen Pol. Eddy menandatangani surat berita acara, bersama Presiden Prabowo.

Bagaimana BNPT ke depan dan program apa saja yang akan dilakukan di bawah kepemimpinannya? Berikut pemaparan Jenderal Pol Eddy Hartono terkait dengan BNPT ke depan bagi bangsa Indonesia dan sejumlah kesempatan.

Apa yang Akan Dilakukan BNPT untuk memantau radikalisme di Tanah Air?

BNPT menilai digitalisasi menjadi kunci dalam mempercepat proses pemantauan dan penindakan terhadap konten bermuatan kekerasan dan radikal di media sosial.

Digitalisasi akan mempersempit proses penyebaran berbagai konten di masyarakat. Dukungan teknologi informasi (TI) untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan di lapangan sangat penting.

Sebaiknya Anda baca juga:

Maka dari itu, dirinya berharap kepada Komisi XIII DPR agar digitalisasi di BNPT bisa dilengkapi dengan teknologi informasi untuk mendukung pihaknya di lapangan.

Apa langkahnya?

Dengan sinergi yang kuat antara lembaga eksekutif dan legislatif, diharapkan dapat tercipta langkah yang efektif dalam menjaga ruang digital yang lebih aman dari ancaman ideologi kekerasan dan radikalisme.

Saat ini kemajuan teknologi disalahgunakan untuk menyebarkan propaganda, meningkatkan perekrutan, pelatihan dan radikalisasi, pendanaan dan penggalangan dana, serta perencanaan teroris bahkan potensi serangan siber.

Hal tersebut, berdampak pada meluasnya penyebaran propaganda, kemudahan dalam mencari informasi, dan mempercepat terjadinya radikalisasi.

Adapun pascapandemi Covid-19, aktivitas pro-terorisme di internet semakin meningkat. Maka dari itu dalam pencegahan tindak pidana terorisme, BNPT melakukan tiga upaya, yakni melalui kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.