Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Beri Ucapan Selamat untuk PM Anutin

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 00:01 WIB | Oleh:
Tiongkok Beri Ucapan Selamat untuk PM Anutin Doc: AFP

BEIJING - Pemerintah China mengucapkan selamat atas terpilihnya Anutin Charnvirakul sebagai Perdana Menteri ke-32 Thailand.

"Chulina mengucapkan selamat kepada Anutin Charnvirakul karena terpilih Perdana Menteri Thailand," demikian termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China seperti diakses ANTARA di Beijing, Sabtu.

Anutin Charnvirakul dari Partai Bhumjaithai yang berhaluan konservatif terpilih sebagai Perdana Menteri ke-32 Thailand setelah mengalahkan pesaingnya dari Partai Pheu Thai, Chaikasem Nitisiri, Jumat (5/9).

Anutin berhasil mendapat dukungan 311 suara dari 500 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Thailand, melampaui ambang batas suara yang dibutuhkan untuk terpilih menjadi perdana menteri. Sementara, Chaikasem hanya mendapat 152 suara, dan 27 anggota lainnya abstain.

"China dan Thailand adalah negara tetangga yang dekat dan bersahabat, dan ikatan antara China dan Thailand tetap abadi," demikian disebutkan.

Tahun ini merupakan peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara China dan Thailand.

"China siap bekerja sama dengan Thailand untuk memperetat persahabatan, memperkuat komunikasi strategis, memperdalam kerja sama praktis, dan memajukan hubungan yang lebih dalam dalam membangun komunitas China-Thailand untuk masa depan bersama sehingga berkontribusi positif bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan," ucap laman tersebut.

Anutin, pewaris perusahaan konstruksi besar di Thailand, sebelumnya menjabat sebagai menteri kesehatan masyarakat pada 2019-2023, kemudian menjadi wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri pada 2023 hingga Juni 2025.

Perannya sebagai menteri kesehatan dalam menanggulangi pandemi COVID-19 serta dukungannya terhadap legalisasi ganja pada 2022 membuatnya populer di mata masyarakat Thailand.

Sebelumnya, politisi berusia 58 tahun itu memulai karir politiknya di Partai Thai Rak Thai yang didirikan oleh mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Pemilihan PM baru diselenggarakan DPR Thailand usai Mahkamah Konstitusi secara resmi memecat Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya sebagai perdana menteri.

Mahkamah Konstitusi mendapati Paetongtarn melanggar kode etik usai mengkritik petinggi militer senior Thailand dalam panggilan telepon bersama pemimpin Kamboja Hun Sen di tengah ketegangan perbatasan.

Selasa lalu, Paetongtarn melayangkan gugatan atas putusan tersebut.

Peristiwa ini menjadi rangkaian baru ketegangan politik Thailand yang bermuara dari gesekan antara pemerintahan terpilih dan institusi pengadilan sejak pelengseran Thaksin Shinawatra dari jabatan perdana menteri pada 2006. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.