Portugal Menang Penuh Emosi, Inggris Tetap Tak Terkalahkan di Kualifikasi Piala Dunia
📅 Minggu, 07 Sep 2025, 06:32 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
PARIS, PRANCIS – Cristiano Ronaldo memimpin Portugal meraih kemenangan bersejarah penuh emosi dalam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia, sementara Inggris asuhan Thomas Tuchel tetap menjaga catatan tak terkalahkan meski tampil kurang meyakinkan, Minggu (7/9).
Portugal tampil untuk pertama kalinya sejak kabar duka meninggalnya penyerang Liverpool, Diogo Jota, bersama saudaranya, Andre Silva, dalam kecelakaan mobil di Spanyol Utara pada 3 Juli lalu, hanya 11 hari setelah Jota menikahi Rute Cardoso, ibu dari tiga anaknya.
Di Stadion Vazgen Sargsyan, Yerevan, suasana hening menyelimuti saat kedua tim melakukan satu menit mengheningkan cipta sebelum kick-off. Namun begitu peluit berbunyi, Portugal menjawab duka dengan penampilan penuh determinasi, menghantam Armenia 5-0.
Ronaldo menjadi sorotan dengan dua gol, masing-masing di babak pertama dan kedua, termasuk tendangan jarak jauh spektakuler yang mengukuhkan catatan internasionalnya menjadi 140 gol, dua dekade setelah gol perdananya.
Joao Felix turut menyumbang dua gol, sementara Joao Cancelo melengkapi pesta Portugal sekaligus membawa tim asuhan Roberto Martinez, juara Nations League, memuncaki Grup F.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cancelo mempersembahkan golnya dengan menengadahkan tangan ke langit, meniru selebrasi khas Jota. Sementara itu, bek Lazio Nuno Tavares menilai gol Ronaldo pada menit ke-21 memiliki arti istimewa.
“Dia (Jota) selalu bersama kami. Nomor 21 adalah nomornya di tim nasional, dan gol itu seolah membuktikan ia ada di sini,” ucap Tavares.
Ronaldo lewat media sosial menyebut kemenangan ini sebagai “langkah pertama” menuju targetnya tampil di Piala Dunia keenam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Portugal selanjutnya akan menghadapi Hungaria, yang berhasil menahan Republik Irlandia 2-2 meski bermain dengan 10 orang di Dublin. Gol Adam Idah di menit ketiga tambahan waktu menggagalkan kemenangan Hungaria.
Di Birmingham, Inggris memperpanjang rekor tak terkalahkan di Grup K menjadi empat laga usai menang 2-0 atas Andorra di Villa Park. Namun, performa yang ditampilkan jauh dari meyakinkan.
Gol bunuh diri Christian Garcia pada babak pertama dan tandukan Declan Rice memastikan tiga poin. Akan tetapi, permainan The Three Lions kembali menuai kritik karena minim kreativitas dan terlalu kaku di lini depan.
Pelatih Thomas Tuchel tampak frustrasi di pinggir lapangan. Seusai laga, ia menilai atmosfer stadion memengaruhi intensitas timnya.
“Ini berbeda dengan suasana Premier League. Setelah gol pertama, kami kehilangan fokus selama 10-15 menit, tapi di babak kedua permainan lebih baik. Seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak,” ujar mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munich itu.
Tuchel akan mendapat ujian berat pada laga berikutnya menghadapi Serbia di Beograd, yang kini berada di posisi kedua klasemen dengan tujuh poin usai menang tipis 1-0 atas Latvia di Riga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!