Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Sementara Bubarkan Parlemen

25 Kamis, 04 Sep 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Sementara Bubarkan Parlemen Pemerintah Sementara Bubarkan Parlemen Doc: AFP/Chanakarn Laosarakham
Ket. KANDIDAT PM - Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul (tengah), dikelilingi awak media usai ia meninggalkan konferensi pers di Bangkok, Thailand, pada Rabu (3/9).

BANGKOK - Penjabat Perdana Menteri Thailand pada Rabu (3/9) memutuskan untuk membubarkan parlemen. Langkah itu diambil setelah partainya menyatakan kelompok oposisi terbesar telah mendukung kandidat saingan untuk memimpin negara tersebut.

Keputusan tersebut, yang berpotensi menimbulkan masalah hukum, dapat menyebabkan pemerintah Thailand mengadakan pemilihan umum baru sebelum akhir tahun, hanya dua tahun setelah terakhir kali mengadakan pemungutan suara pada Mei 2023 lalu.

Kekosongan kekuasaan telah melanda kantor pusat Thailand sejak Jumat (29/8) pekan lalu ketika Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra digulingkan oleh Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika.

Partainya, Pheu Thai, yang masih memerintah dalam kapasitas sementara telah mendekati Partai Rakyat, partai oposisi yang berkuasa, untuk mendukung kandidat barunya untuk perdana menteri. Namun Partai Rakyat malah menyatakan dukungannya terhadap taipan konservatif yang menjabat sebagai pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul.

Beberapa saat kemudian, Sekretaris Jenderal Partai Pheu Thai, Sorawong Thienthong, mengatakan kepada AFP bahwa penjabat PM Phumtham Wechayachai telah menyerahkan dekrit pembubaran parlemen.

Apakah pemerintah sementara memiliki wewenang untuk membubarkan parlemen adalah pertanyaan yang diperdebatkan dengan sengit. Tetapi jika raja menyetujui pembubaran, maka pemilihan umum harus diadakan antara 45 dan 60 hari kemudian.

"Kemungkinan besar pemilu akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang," ujar Titipol Phakdeewanich, ilmuwan politik dari Universitas Ubon Ratchathani kepada AFP. "Pemilu mungkin merupakan solusi terbaik bagi negara ini, karena saat ini hampir mustahil untuk membentuk pemerintahan yang normal," imbuh dia.

Klaim Dukungan

Partai Rakyat pun telah menegaskan dukungannya terhadap Anutin dengan syarat pembubaran majelis dalam waktu empat bulan, yang berarti kenaikan jabatannya kemungkinan akan menyebabkan pemilihan ulang, meskipun dalam jangka waktu yang lebih lama.

Anutin sendiri mengklaim saat ini dirinya memiliki cukup dukungan untuk menjadi PM. Partai Rakyat menjanjikan dukungan anggota parlemennya yang berjumlah 143 orang kepada Anutin.

"Membentuk pemerintahan sangat penting, dan kami memahami bahwa partai sedang mencari cara untuk menyelesaikan krisis," ujar dia.

Partai Rakyat mengatakan mereka akan memilihnya secepatnya pada Jumat (5/9).

Sementara itu, salah seorang ajudan Anutin mengatakan dia mengajukan pengaduan pidana terhadap penjabat PM Phumtham dengan menuduhnya telah menyalahgunakan kekuasaan karena berupaya membubarkan parlemen.

Anutin sebelumnya menjabat sebagai wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan.

Partai Bhumjaithai pimpinan Anutin sebenarnya merupakan mitra koalisi utama Partai Pheu Thai, tetapi kemudian membatalkan perjanjian untuk memerintah bersama Paetongtarn karena kemarahan partai itu atas tindakan mantan PM selama perselisihan perbatasan dengan Kamboja.

Perselisihan itu sendiri menyebabkan Paetongtarn dipecat oleh Mahkamah Konstitusi pada Jumat pekan lalu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pramono Janji Permudah Urus...
Rona
Menggunakan Vape Merusak Pa...
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.