Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NU Sumsel Ajak Masyarakat Hadapi Kemarau Panjang dengan Ikhtiar

25 Minggu, 25 Okt 2026, 13:00 WIB | Oleh:
NU Sumsel Ajak Masyarakat Hadapi Kemarau Panjang dengan Ikhtiar NU Sumsel Ajak Masyarakat Hadapi Kemarau Panjang dengan Ikhtiar Doc: antara foto
Ket. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Shalat Istisqa bersama puluhan santri dan jemaah dari sejumlah pondok pesantren di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C, Palembang.

PALEMBANG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan melakukan ikhtiar nyata dalam menghadapi dampak musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan di wilayah tersebut.

"Mari masyarakat Sumsel, khususnya Palembang, terus memanjatkan doa sembari berikhtiar," kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan KH Hendra Zaenudin Al Qodiri di Palembang, Minggu (25/10).

Ajakan tersebut disampaikan Hendra setelah pelaksanaan Shalat Istisqa bersama puluhan santri dan jamaah dari sejumlah pondok pesantren di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C, Palembang.

Hujan turun tidak lama setelah shalat itu yang dilaksanakan untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau. Para jamaah menyambut turunnya hujan dengan melantunkan zikir dan doa sebagai ungkapan syukur.

Ia mengatakan Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Ia berharap hujan yang turun dapat membawa berkah bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi dampak kemarau yang telah dirasakan selama beberapa bulan terakhir.

"Semoga hujan ini menjadi berkah bagi masyarakat di Palembang," ujarnya.

Menurut dia, upaya menghadapi musim kemarau perlu disertai doa dan tindakan nyata agar dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Pelaksanaan shalat tersebut melibatkan pihak pesantren, para santri, dan Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau.

Ketua Paguyuban Sinar Mas Sumsel Iwan Setiawan mengatakan doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Doa bersama ini menjadi bagian dari ikhtiar kita, sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menjaga Sumatera Selatan," kata Iwan.

Pondok Pesantren Aulia Cendikia sebelumnya juga dilakukan melalui doa bersama untuk memohon hujan pada 8 September 2026 di lokasi yang sama.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, para pihak berharap semangat kebersamaan antara masyarakat, pesantren, dunia usaha, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk menghadapi dampak musim kemarau serta menjaga kelestarian lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.