Budidaya Sayuran di Areal Persawahan, Petani di Lebak Raup Cuan yang Memuaskan
Minggu, 25 Okt 2026, 13:22 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LEBAK - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten dapat meraup cuan hingga sampai 15 juta rupiah per bulan dari hasil penjualan komoditas aneka sayuran yang dikembangkan di areal persawahan.
"Kita bisa menghasilkan uang rata-rata Rp500 ribu per hari," kata Bakri (40) seorang petani di Blok Pasir Tundun Warunggunung Kabupaten Lebak, Minggu (25/10) yang mengelola areal seluas satu hektare.
Petani sayuran di wilayah tersebut kebanyakan mengembangkan tanaman bayam, kangkung , ketimun, paria, kacang panjang, tomat hingga terung.
Tanaman bayam dan kangkung mempunyai waktu panen antara 20 sampai 30 hari setelah tanam (hst) sementara timun30 sampai 50 hst dan kacang panjang 40 sampai 50 hst dan pare atau paria, bisa mulai panen 40 sampai 60 hari.
"Semua hasil panen aneka sayuran itu setiap hari ditampung tengkulak dari Pandeglang," katanya menjelaskan.
Begitu juga petani lainnya, Junaedi (50) mengaku dirinya memanfaatkan areal persawahan yang mengalami kekeringan ditanami aneka sayuran yang cepat menghasilkan pendapatan uang.
"Kami menanam sayuran seluas 1 hektare dan bisa menghasilkan pendapatan Rp500 ribu per hari," katanya menjelaskan.
Saat ini diperkirakan ada seluas 20 hektare areal persawahan di Blok Pasir Tundun Warunggunung yang ditanami sayuran dengan umur panen yang pendek.
Sementara Oni (55) petani asal Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan dirinya setiap hari panen kangkung dan bayam yang ditampung tengkulak untuk dipasok ke sejumlah pasar lokal.
"Kami bisa menghasilkan Rp400-500 ribu per hari dari penjualan kangkung dan bayam," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pihaknya mendorong musim kemarau itu agar petani beralih ke pertanian sayuran dataran rendah , karena tidak banyak membutuhkan ketersediaan pasokan air.
Pertanian sayuran dataran rendah dapat menghasilkan pendapatan ekonomi harian, seperti kangkung, bayam, terung, tomat, cabai, paria dan kacang panjang.
"Kami mengapresiasi petani mengembangkan pertanian sayuran, karena permintaan pasar cukup baik dan bisa menghasilkan ekonomi keluarga," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!