Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pedagang Taman Puring Masih Bingung! Relokasi ke Lenteng Agung Belum Pasti

25 Minggu, 25 Okt 2026, 07:48 WIB | Oleh:
Pedagang Taman Puring Masih Bingung! Relokasi ke Lenteng Agung Belum Pasti Pedagang Taman Puring Masih Bingung! Relokasi ke Lenteng Agung Belum Pasti Doc: Antara foto
Ket. Pengerjaan program Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (25/10).

JAKARTA - Sekitar 140 pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum menerima kepastian mengenai rencana relokasi ke kawasan Lenteng Agung setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut.

“Waktu kami audiensi dengan Pak Wali Kota, tidak disebutkan lokasinya di mana. Hanya disampaikan akan ada relokasi. Kami baru tahu dari media sosial bahwa ada perencanaan relokasi ke Lenteng Agung,” kata Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Asmun mengatakan dalam audiensi dengan Wali Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10), pedagang menyampaikan permohonan agar tetap dapat berjualan di sekitar kawasan Pasar Taman Puring.

Namun, para pedagang baru mengetahui wacana relokasi ke Lenteng Agung melalui pemberitaan media, bukan dari sosialisasi langsung pemerintah.

Menurut dia, lokasi tersebut dinilai cukup jauh dari tempat tinggal sebagian pedagang yang bermukim di sekitar Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Jarak itu dikhawatirkan menambah biaya transportasi untuk kegiatan berjualan sehari-hari.

Selain persoalan jarak, Asmun mengatakan relokasi berpotensi membuat pedagang kehilangan pelanggan tetap karena harus membangun kembali reputasi usaha di lokasi baru.

Ia menjelaskan, nama Pasar Taman Puring telah dikenal masyarakat sejak lama sehingga menjadi salah satu modal pedagang dalam menarik pembeli. Jika berpindah lokasi, pedagang harus kembali memperkenalkan barang dagangan dan membangun kepercayaan pelanggan.

“Kalau dimulai dari nol, belum tentu bisa berjalan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga sedang sulit,” ucapnya.

Asmun menyebut jumlah pedagang sebelum kebakaran mencapai lebih dari 500 orang. Namun, setelah peristiwa tersebut, jumlah pedagang yang masih bertahan diperkirakan sekitar 140 orang karena sebagian kehilangan barang dagangan dan belum dapat kembali berjualan.

Ia mengatakan para pedagang berharap pemerintah tetap merealisasikan revitalisasi Pasar Taman Puring sebagaimana yang mereka harapkan, sekaligus menyediakan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melanjutkan kegiatan ekonomi.

Melalui Instagram @tamanhutandki, Taman Puring juga direncanakan memiliki fungsi ruang publik dan pendidikan melalui kehadiran Microlibrary Taman Puring.

Proyek yang didanai Ammodo Foundation tersebut dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi komunitas penyandang disabilitas melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta PT SHAU Architects.

Fasilitas itu dirancang dengan struktur spiral rusuk beton melengkung dan atap hijau untuk menciptakan ruang membaca yang teduh sekaligus menyatu dengan lanskap taman.

Desainnya juga mencakup jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra, papan tanda Braille, furnitur yang menyesuaikan kebutuhan pengguna kursi roda, serta ruang sensorik.

Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan salah satu fungsi kawasan Taman Puring sebagai ruang publik yang mendukung kegiatan belajar dan aktivitas masyarakat.

Di tengah rencana penataan kawasan, para pedagang berharap pemerintah turut mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian mereka dengan menyediakan tempat berjualan yang layak dan terjangkau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Jangan Sembarangan, Ini Waktu Terbaik untuk Mencuci Wajah

36 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Rona
Jangan Sembarangan, Ini Wak...
Luar Negeri
Layanan Kereta Kargo Tiongk...
Megapolitan
Jangan Lengah saat Nonton K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.