Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Dikepung Banjir Terparah dalam Seperempat Abad

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 08:50 WIB | Oleh:
Thailand Dikepung Banjir Terparah dalam Seperempat Abad Doc: AFP

ISTANBUL - Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Thailand selatan meningkat menjadi 162 orang pada Sabtu, dengan lebih dari satu juta rumah tangga di seluruh negeri terdampak, menurut media lokal.

Juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat, Sabtu, mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di provinsi Songkhla saja meningkat menjadi 126 orang, menurut Thai PBS.

Selain Songkhla, jumlah korban tewas di provinsi-provinsi selatan lainnya termasuk sembilan orang di Nakhon Si Thammarat, empat orang di Phattalung, dua orang di Trang, lima orang di Satun, tujuh orang di Pattani, lima orang di Yala, dan empat orang di Narathiwat.

Banjir tersebut, yang terburuk dalam 25 tahun terakhir, telah menjebak ribuan orang di rumah mereka pekan ini, dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menjanjikan kompensasi uang untuk setiap korban tewas.

Teerapat Kachamat, Dirjen Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, mengatakan pada Kamis (27/11) bahwa banjir melanda 105 distrik di sembilan provinsi di wilayah selatan, berdampak pada lebih dari 1,07 juta rumah tangga dan lebih dari 2,9 juta orang.

Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk membantu evakuasi, mengirimkan makanan dan air, serta menyediakan dapur umum keliling, unit pemurnian air, dan perahu penyelamat.

Anutin mengumumkan keadaan darurat pada Selasa (25/11) di Songkhla, dengan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand ditugaskan untuk memimpin operasi tanggap darurat. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.