Pemerintah dan DPR Harus Selesaikan Inti Masalah Bukan Tindakan Simbolis
📅 Rabu, 03 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiKemarahan masyarakat jelasnya tidak bisa dikelabui dengan menyampaikan data-data statistik seperti Pertumbuhan Ekonomi triwulan II-2025 yang dinilai tidak relevan dengan kondisi yang riil di masyarakat.
Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rizal Edi Halim mengatakan, kejadian yang melanda Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir seharusnya menjadi momentum melalukan introspeksi dan evaluasi bagi pemerintah terkait berbagai hal yang dirasakan, dialami atau kebijakan yang diterapkan selama delapan bulan tahun 2025.
“Kita ingin kebijakan Prabowo Subianto lebih pro kepada rakyat dengan nyata dan bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan sebaliknya,”tegas Rizal.
Dia juga berharap agar penyelenggara negara mulai dari birokrat, DPR untuk berhenti melalukan flexing dan foya-foya plesiran karena tindakan itu melukai perasaan rakyat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!