Riset Akamai: GenAI Dorong Evolusi Edge
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 19:50 WIB | Oleh: Haryo BronoDaphne Chung, Research Director di IDC Asia Pasifik, menambahkan, GenAI beralih dari tahap eksperimen menuju penerapan di seluruh perusahaan. Akibatnya, berbagai organisasi meninjau kembali bagaimana dan dimana infrastruktur mereka beroperasi.
“Strategi edge tidak lagi bersifat teoretis – strategi ini diterapkan secara aktif untuk memenuhi tuntutan dunia nyata akan kecerdasan, kepatuhan, dan skala,” paparnya.
Temuan Utama untuk APAC:
Tiongkok memperluas GenAI dengan dominasi edge dan cloud publik: 37% perusahaan menggunakan GenAI di tahap produksi, dan 61% sedang melakukan pengujian, sementara 96% mengandalkan IaaS cloud publik. Investasi TI edge meningkat untuk mendukung operasional jarak jauh, lingkungan yang tidak terhubung, dan skenario penggunaan spesifik industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jepang mempercepat infrastruktur AI meski ada kesenjangan kematangan digital: Meski hanya 38% perusahaan Jepang yang telah menggunakan GenAI di tahap produksi, tetapi 84% perusahaan percaya bahwa GenAI sudah atau akan mendisrupsi bisnis mereka dalam 18 bulan ke depan.
Sementara itu 98% perusahaan berencana menjalankan beban kerja AI di IaaS cloud publik untuk beban kerja pelatihan dan inferensi. Kasus pemanfaatan edge seperti AI, IoT, dan dukungan operasional untuk kondisi cloud yang tak terhubung mendorong pemutakhiran infrastruktur.
India mengembangkan infrastruktur edge untuk memenuhi permintaan GenAI dan mengelola biaya: Sebanyak 82% perusahaan melakukan pengujian awal GenAI, dan 16% di antaranya memanfaatkan GenAI di tahap produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
India membangun kemampuan edge di kota-kota tingkat 2 dan 3. Terdapat 91% pengadopsi GenAI mengandalkan IaaS cloud publik, tetapi kekhawatiran biaya dan kesenjangan keterampilan mendorong permintaan akan infrastruktur yang siap mendukung AI dan terjangkau.
ASEAN mengadopsi GenAI dengan strategi edge-first di luar ibukota: 91% perusahaan ASEAN memprediksi disrupsi GenAI dalam 18 bulan ke depan. Sebanyak 16% perusahaan sudah mengenalkan aplikasi GenAI ke dalam lingkungan produksi sementara 84% lainnya masih dalam tahap pengujian awal.
Terdapat 96% perusahaan yang mengadopsi IaaS cloud publik untuk beban kerja AI, sementara investasi edge meningkat untuk mendukung operasional jarak jauh dan kontrol data.
Membangun masa depan yang terkoneksi dengan cloud
Untuk tetap terdepan, perusahaan harus memodernisasi infrastruktur di cloud dan edge, menyelaraskan penerapan dengan kebutuhan spesifik tiap beban kerja. Mengamankan data melalui kerangka kerja Zero Trust dan kepatuhan berkelanjutan sangat penting, begitu juga memastikan interoperabilitas untuk menghindari vendor lock-in. Dengan memanfaatkan mitra ekosistem, dunia bisnis dapat mempercepat penerapan AI dan meningkatkan skala lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih fleksibel.
Unduh InfoBrief lengkap IDC, yang dibuat untuk Akamai, “The Edge Evolution: Powering Success from Core to Edge”, Agustus 2025, dok IDC #AP242522IB, untuk mengeksplorasi wawasan dan rekomendasi strategis dalam membangun infrastruktur berbasis AI yang terkoneksi ke cloud di seluruh kawasan APAC.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!