Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aduh Apalagi Sapi Merah Putih. Apakah Semua Harus Merah Putih? Tak Perlu Latah

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 20:54 WIB | Oleh:
Aduh Apalagi Sapi Merah Putih. Apakah Semua Harus Merah Putih? Tak Perlu Latah Doc: ant
Ket. sapi

JAKARTA – Apakah sudah mendengar ada program “sapi merah putih?” Terus apakah sedikit-sedikit mesti diembel-embeli merah putih? Nanti bisa jadi tak ada wibawa Merah Putih, karena hanya latah. Mesti yang benar-benar vital boleh menggunakn nama Merah Putih.

Meskipun menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, Program Sapi Merah Putih tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Kolaborasi program ini dilakukan antara Bappenas dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Moosa Genetika Farmindo yang memperoleh dukungan pendanaan dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Moosa dengan BRI tentang Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan.

“Di sini tidak pakai uang APBN. Ini bebas APBN,” kata Rachmat Pambudy usai Peluncuran Program Sapi Merah Putih di Lapangan Banteng Jakarta, Jumat. Program Sapi Merah Putih merupakan program peningkatan genetik yang dirancang untuk memperkuat industri sapi perah Indonesia dengan fokus pada sistem peternakan rakyat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjadi inisiator program ini, mengingat dirinya juga merupakan akademisi di bidang agribisnis dan guru besar di IPB. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sapi perah yang lebih produktif dan tangguh terhadap kondisi tropis, dengan memanfaatkan plasma nutfah lokal yang telah beradaptasi.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya bersyukur karena bank bisa percaya kepada peternak dan peneliti untuk mengembangkan program Sapi Merah Putih. Kendati begitu, pihaknya mengingatkan PT Moosa agar tidak merugikan BRI. Karena itu, program ini memperoleh asuransi untuk menjaga kepercayaan perbankan.

Kepala Bappenas mengistilahkan kolaborasi ini sebagai model gotong royong, yang tidak menggunakan APBN.

Dia menerangkan bahwa APBN hanya pengungkit saja, sementara memperoleh pendanaan bisa didapatkan dari dana masyarakat, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), korporasi besar, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).“Kepercayaan bank juga harus dijaga dengan asuransi. Asuransi pun harus dijaga, jangan rugi,” ungkap Rachmat.

Kepala Bappenas mengaku memperoleh inspirasi dari Presiden RI dalam mengembangkan sapi perah, bahkan sebelum Prabowo menjadi orang nomor satu di Indonesia. Sebelum menjadi Presiden, Prabowo disebut memiliki cita-cita revolusi putih, yakni membangun generasi supaya memperoleh gizi baik berbasis susu. Namun, kondisi sapi perah di Indonesia belum cukup sehingga perlu ada perbaikan dari bibit yang baik.

Tahun 1995, diceritakan adanya kelahiran 50 sapi kembar identik di Balai Embrio Ternak (BET) di Cipelang, Bogor. Sejak saat itu, Rachmat mendiskusikan untuk mengembangkan sapi kembar identik Indonesia nan berkualitas, yang akhirnya telah dimiliki 120 sapi unggul pada tahun ini.

Secara berkala, Rachmat melaporkan kepada Prabowo sebelum menjadi Presiden bahwa ilmuwan Indonesia sudah menemukan teori transfer embrio yang menekankan perbaikan mutu genetik, tetapi harus diuji terus agar bisa dipraktikkan.

Laporan lain yang disampaikan terkait harapan adanya produksi sapi berkualitas, tahan penyakit, kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan panas yang dapat diprediksi dari status fisiologis ternak (heat tolerance), dan lain sebagainya.

Dengan dukungan dari PT Moosa yang memiliki kemampuan meningkatkan genetik sapi lokal dan sapi perah melalui teknologi reproduksi hewan serta molekuler modern, diharapkan Program Sapi Merah Putih bisa memberikan manfaat.

“Di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2030) disebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis, program Swasembada Pangan (yang) salah satunya adalah sapi perah, dan salah satu yang diharapkan oleh Bapak Presiden pada waktu kita memberikan makan bergizi adalah memberikan satu gelas susu,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026

4 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lima Kandidat Utama Juara T...

Serangan Udara AS Tewaskan Komandan Senior ISIS di Suriah

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Serangan Udara AS Tewaskan ...
Luar Negeri
Wahana Penjelajah NASA Mend...
Daerah
Perkembangan Pembangunan Se...
Nasional
Sektor Informal Masih Menye...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.