Tak Mau Korbankan Pejalan Kaki, Pramono Urai Macet TB Simatupang Tanpa Sentuh Trotoar!
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 15:37 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara Foto
Jakarta – Kemacetan kronis di ruas Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk turun tangan langsung. Dalam upaya mencari solusi menyeluruh, ia menegaskan bahwa alih fungsi trotoar bukan pilihan.
Dalam keterangannya di Taman Ismail Marzuki, Kamis (28/8), Pramono mengumumkan bahwa akan digelar rapat khusus ketiga pada pukul 14.00 siang ini demi mencari jalan keluar atas kemacetan yang tak kunjung terurai.
“Saya tidak mau penyelesaiannya parsial, harus menyeluruh,” tegasnya.
Pramono mengaku sudah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, ia memutuskan untuk tidak menyentuh trotoar, baik di sisi kanan maupun kiri jalan, meski sempat ada usulan pemangkasan sebagai solusi kemacetan akibat proyek galian pipa.
“Setelah dilakukan pengecekan secara detail, akhirnya saya memutuskan trotoar di kanan dan di kiri tidak diganggu,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dishub Usulkan Opsi Lain Tanpa Sentuh Trotoar
Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sempat mempertimbangkan opsi detour jalan dengan memangkas trotoar, tepatnya di sisi selatan TB Simatupang, dari seberang pintu Cibis Park hingga simpang tiga Jalan Keramat.
Namun, Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo menegaskan bahwa opsi tersebut akhirnya ditinggalkan. Evaluasi teknis menunjukkan lebar trotoar yang tersisa akan kurang dari satu meter, sehingga tak layak untuk pejalan kaki. Selain itu, trotoar di kawasan tersebut juga dipenuhi jaringan utilitas vital, membuat rencana pemangkasan tidak feasible.
Sebagai gantinya, Dishub menyodorkan alternatif lain, seperti:
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Pengalihan akses keluar Tol Cipete-Pondok Labu ke Tol Lebak Bulus atau Pondok Indah
-
Pembuatan laybay
-
Penataan ulang pulau lalu lintas di kawasan Jalan RS Fatmawati hingga TB Simatupang
Langkah tegas Pramono yang menolak mengorbankan trotoar menjadi sorotan positif. Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dan proyek utilitas, keberpihakan terhadap pejalan kaki menjadi hal penting yang tak boleh dikesampingkan.
Jalan TB Simatupang memang dikenal sebagai salah satu koridor sibuk, dikelilingi oleh perkantoran, permukiman, dan pusat bisnis. Kehadiran proyek pipa di sejumlah titik memperparah kepadatan yang sudah ada.
Dengan rapat lanjutan dan evaluasi teknis yang terus dilakukan, publik kini menunggu solusi konkret yang bisa mengurai kemacetan tanpa mengorbankan hak pengguna jalan lainnya, terutama para pejalan kaki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!