Rute Bus Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta: Jadwal, Tarif, dan Titik Pemberhentian
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 07:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Smart City
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoperasikan rute baru layanan Transjabodetabek dari kawasan Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai Kamis (12/3/2026). Layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang hendak menuju bandara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tarif perjalanan untuk rute tersebut masih dalam tahap perhitungan. Namun, pemerintah memperkirakan tarifnya tidak akan jauh berbeda dengan tarif transportasi umum yang berlaku saat ini.
"Mengenai tiket itu berapa, saya belum putuskan, tapi nanti ada, sampai dengan Idul Fitri," kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pramono menjelaskan tarif perjalanan kemungkinan berada di kisaran sekitar Rp3.500 per penumpang. Besaran tersebut masih mempertimbangkan beberapa titik pemberhentian yang akan dilalui selama perjalanan menuju bandara.
Ia menyebut rute menuju Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki beberapa titik berhenti yang memerlukan perhitungan biaya operasional tambahan. Karena itu pemerintah masih melakukan kajian sebelum menetapkan tarif resmi bagi penumpang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kenapa? Karena ternyata untuk ke bandara itu ada tiga kali pemberhentian yang ada cost-nya juga," ujar Pramono Anung.
Meski begitu, ia memastikan layanan transportasi baru tersebut akan menjadi pilihan yang jauh lebih hemat dibandingkan moda transportasi lain. Pemerintah berharap rute ini dapat membantu masyarakat mengurangi biaya perjalanan menuju bandara.
"Yang jelas pasti jauh lebih murah dibandingkan dengan naik transportasi yang lain maupun taksi," kata Pramono Anung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan rute bus akan dimulai dari Blok M dan melintasi sejumlah kawasan utama di Jakarta. Bus kemudian akan melewati Jalan Sudirman, kawasan MPR/DPR, sebelum masuk ke jalan tol menuju bandara.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, bus juga akan berhenti di beberapa halte yang berada di pinggir jalan. Pemberhentian tersebut disiapkan untuk memudahkan penumpang naik dan turun tanpa harus masuk ke halte tengah seperti koridor utama Transjakarta.
Welfizon mengatakan armada yang digunakan untuk rute ini adalah bus lantai rendah atau low entry. Desain bus tersebut dipilih agar penumpang lebih mudah membawa koper maupun barang bawaan.
"Mobilisasi koper dan segala macamnya itu relatif lebih mudah," kata Welfizon Yuza.
Ia juga menjelaskan konsep halte pada rute ini disesuaikan dengan kebutuhan penumpang menuju bandara. Bus akan berhenti di halte yang berada di pinggir jalan sehingga akses keluar masuk kendaraan menjadi lebih praktis.
"Halte berhenti di pinggir jalan, tidak terkoneksi di tengah," ujar Welfizon Yuza.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!