Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Rudal-Drone Russia Hantam Apartemen di Kyiv, 10 Orang Tewas

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Serangan Rudal-Drone Russia Hantam Apartemen di Kyiv, 10 Orang Tewas Doc: Moscow Times
Ket. Sebuah gedung apartemen di Kyiv yang diserang pesawat tak berawak Russia.

KYIV - Rudal dan pesawat tak berawak Russia menghantam blok apartemen di ibu kota Ukraina, Kyiv, Kamis (28/8) dini hari, menewaskan sedikitnya sepuluh orang. Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tersebut bentuk pengabaian yang jelas terhadap perundingan perdamaian.

Jaksa Ukraina mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan pesawat tak berawak dan rudal skala besar Russia di Kyiv telah bertambah menjadi 10 orang, setelah sebelumnya dilaporkan 8 orang.

"Sepuluh orang diketahui tewas, termasuk seorang anak. Lebih dari 30 orang juga diketahui terluka, termasuk empat anak-anak dan seorang remaja," demikian pernyataan Kejaksaan Agung melalui media sosial. 

Russia telah melancarkan serangan udara ke sejumlah kota di Ukraina meskipun Presiden AS Donald Trump mendesak diberlakukan gencatan senjata dan bahkan ketika Russia membicarakan pentingnya mengakhiri perang.

Saat fajar, warga dan pekerja layanan darurat membersihkan puing-puing dari jalan-jalan yang dipenuhi pecahan kaca dan bahan bangunan, seorang wartawan AFP di lokasi salah satu serangan di pusat Kyiv melihat.

Serangan itu telah meledakkan gedung lima lantai di satu blok apartemen, merobek bangunan menjadi dua, sebagaimana ditunjukkan gambar yang diunggah Zelensky.

Jendela-jendela bangunan perumahan dan usaha kecil di blok sekitarnya pecah.

Kasur-kasur yang tergantung di balkon hancur dan hancur akibat serangan.

"Russia memilih balistik, bukan meja perundingan. Russia memilih terus membunuh, bukan mengakhiri perang," ujarnya di media sosial. 

"Ini berarti Russia masih tidak takut akan konsekuensinya."

Diplomasi Hancur

Zelensky menyerukan respons tegas dari sekutu Ukraina, termasuk menjatuhkan sanksi baru.

Ia juga meminta sekutu Russia, Tiongkok, dan anggota Uni Eropa, Hongaria, untuk mengambil sikap yang lebih keras terhadap Moskow.

"Semua tenggat waktu telah dilanggar, puluhan peluang diplomasi telah sirna. Russia harus merasa bertanggung jawab atas setiap serangan, atas setiap hari dalam perang ini," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.