Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KUR di KTI Mayoritas Terserap ke Produksi: Mesin Ekonomi Riil Mulai Panas

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
KUR di KTI Mayoritas Terserap ke Produksi: Mesin Ekonomi Riil Mulai Panas Doc: Antara
Ket. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi untuk wilayah kawasan Timur Indonesia mencapai 63,54 persen.

MAKASSAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi memiliki arti strategis bagi penguatan struktur ekonomi nasional. Sektor produksi—seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan manufaktur skala kecil—merupakan tulang punggung penciptaan lapangan kerja, penyediaan bahan pangan, hingga peningkatan nilai tambah produk domestik.

Namun, pelaku usaha di sektor ini sering terkendala permodalan, akses pembiayaan formal, dan tingginya risiko usaha, sehingga rentan terjebak pada skema kredit informal dengan bunga mencekik.

Dengan mendorong alokasi KUR lebih besar ke sektor produksi, pemerintah tidak hanya membantu memperluas akses pembiayaan murah, tetapi juga memacu perputaran ekonomi riil, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Penyaluran KUR produktif juga berimplikasi pada pengurangan ketergantungan impor bahan baku, memperluas basis ekspor, dan mempercepat transformasi ekonomi dari konsumsi ke produksi.

Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pembiayaan semata. Pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi, serta akses pasar menjadi faktor penentu agar dana KUR benar-benar menghasilkan efek pengganda (multiplier effect).

Jika dikelola optimal, KUR produktif dapat menjadi instrumen penting dalam menekan pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan.

Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) M Risa Damanik mengatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi untuk wilayah kawasan Timur Indonesia mencapai 63,54 persen dari total nilai penyaluran Rp20,6 triliun pada posisi Agustus 2025.

"Ini berarti KUR yang diberikan diharapkan bisa memberikan lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi, sekaligus bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada UMKM kita di sektor produksi," kata Risa disela Rakor Penyaluran KUR 2025 Regional Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) di Makassar, Kamis (28/8).

Dia mengatakan, sektor produksi tersebut terdapat beberapa contoh unggulan misalnya di sektor pertanian tanaman kakao, jagung padi dan sektor-sektor unggulan yang ada di Kawasan Timur Indonesia.

Dengan adanya KUR sektor produksi yang lebih dominan itu, dia berharap perekonomian di wilayah KTI semakin menggeliat dan menjadi sinyal optimistis pada pertumbuhan ekonomi semester II pada 2025.

Menurut dia, penyaluran KUR sektor produksi perlu terus ditingkatkan, khususnya di bidang produksi pangan yang mendapat perhatian dari 8 lembaga penyalur di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi pada empat bank penyalur yakni Bank BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BSI yang sudah mendistribusikan KUR di atas 60 persen di sektor produksi.

Risa juga mengemukakan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang lebih aktif memberikan perhatian untuk mengunggah data-data UMKM potensial yang dapat digunakan oleh bank-bank penyalur untuk melihat lebih jauh lagi dalam memilah dan memilih yang bisa mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

"Khusus kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian UMKM memberikan apresiasi karena Sulsel menjadi urutan pertama secara nasional yang berpartisipasi dalam mengunggah atau meng-upload UMKM potensial yang berpeluang mendapat akses pembiayaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.