Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Putin Akhirnya Bersedia Lanjutkan Perundingan dengan Ukraina

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin Akhirnya Bersedia Lanjutkan Perundingan dengan Ukraina Doc: AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump (tengah), Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri), dan Presiden Russia, Vladimir Putin.

ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah menyampaikan kesiapannya melanjutkan pembicaraan langsung dengan Ukraina dalam sambungan telepon terbaru dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Presiden Putin menerima telepon Trump setelah pertemuan tersebut, dan dia dengan jelas mengatakan siap melanjutkan perundingan, secara langsung antara Russia dengan Ukraina, yang telah dimulai di Istanbul dan telah menjalani tiga perundingan lainnya di tempat yang sama,” kata Lavrov dalam wawancara dengan NBC News yang disiarkan Minggu.

Lavrov mengungkapkan bahwa pertemuan dimaksud adalah pertemuan di Ruang Oval antara Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan beberapa pemimpin Eropa yang diadakan usai KTT Alaska.

Menurut Lavrov, pertemuan itu tidak membahas pertemuan mendatang antara Presiden Russia dan Ukraina, tetapi diangkat kemudian sebagai sesuatu yang agak mendadak.

Lavrov mengatakan Putin menyampaikan kepada Trump bahwa pertemuan tingkat tinggi yang potensial, terutama seperti pertemuan antara Putin dan Zelenskyy, harus dipersiapkan dengan sangat matang.

“Untuk itu, kami mengusulkan untuk meningkatkan jumlah delegasi yang sedang dan akan bertemu di Istanbul guna membahas isu-isu spesifik yang perlu disampaikan kepada Presiden Putin dan Zelenskyy,” tambah Lavrov.

Dia mengatakan Moskow belum menerima tanggapan dari Kiev atas usulannya dalam perundingan terakhir di kota metropolitan Turki tersebut yaitu membentuk tiga kelompok kerja, yang masing-masing membahas bidang subjek yang berbeda.

Menurut Lavrov, baik presiden Russia maupun AS ingin menciptakan perdamaian di Ukraina, dan menuduh para pejabat Eropa menginginkan sebaliknya, merujuk pada reaksi pasca-KTT di Alaska.

Lavrov juga mengatakan bahwa isu jaminan keamanan yang dibahas seputar penyelesaian Ukraina harus melalui konsensus.

Istanbul telah menjadi tuan rumah tiga putaran perundingan damai baru antara Moskow dan Kiev, pada 16 Mei, 2 Juni, dan 23 Juli yang menghasilkan pertukaran tahanan besar-besaran dan pertukaran rancangan memorandum yang menguraikan posisi kedua belah pihak untuk potensi kesepakatan damai.

Sebelum Russia menyatakan kesediaan melanjutkan perundingan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam kunjungannya ke Gedung Putih pekan lalu menegaskan kesiapannya duduk satu meja dengan Presiden Russia, Vladimir Putin. Sikap itu disampaikan setelah ia bertemu Presiden AS Donald Trump bersama sejumlah pemimpin Eropa, meski Zelenskyy menolak keras jika syarat perdamaian harus mencakup penyerahan wilayah Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Duka Gempa NTT Sampai ke Am...
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.