Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendiktisaintek: Riset adalah Investasi Masa Depan Indonesia

📅 Senin, 25 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Wamendiktisaintek: Riset adalah Investasi Masa Depan Indonesia Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Wamendiktisaintek Stella Christie ditemui dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (21/8).

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan riset bukanlah beban biaya, melainkan investasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

"Riset adalah motor pertumbuhan ekonomi langsung. Bukan sekadar wacana, tetapi hasilnya bisa dirasakan baik dalam jangka pendek maupun panjang," katanya di Jakarta, Minggu (24/8).

Seperti dikutip dari Antara, Stella menjelaskan peluang penelitian lokal mampu membuka peluang ekonomi global, seperti daun nilam di Aceh yang kini diekspor ke beberapa negara.

Selain itu, peluang yang sama juga dapat dimanfaatkan dari rumput laut, karena Indonesia merupakan salah satu negara tropis penghasil rumput laut terbesar dunia.

Stella menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, namun memerlukan peningkatan riset dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambahnya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus berupaya mendorong kolaborasi antara kampus dan industri agar riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi menjawab kebutuhan pasar.

"Kita harus bertransformasi menjadi universitas berbasis riset. Karena hanya lewat riset, lahirlah inovasi yang bisa menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain global," tutur Stella.

Diketahui, Kemdiktisaintek menggulirkan program Diktisaintek Berdampak sebagai upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dan riset bagi masyarakat.

Program ini menekankan pentingnya hilirisasi pengetahuan serta pemanfaatan hasil penelitian agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan bisa menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan bangsa.

Selain itu, Diktisaintek Berdampak juga dirancang untuk mengubah paradigma perguruan tinggi dari sekadar pusat pendidikan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan.

Melalui program ini, Kemdiktisaintek mendorong kolaborasi antara kampus, lembaga riset, dunia usaha, dan komunitas. Fokus utamanya mencakup bidang-bidang strategis seperti ketahanan pangan, kesehatan, energi baru terbarukan, dan teknologi digital.

Pemanfaatan AI

Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar mereka.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan adopsi teknologi, termasuk AI, menjadi langkah strategis menciptakan ekosistem ekraf yang tangguh, inovatif, dan adaptif.

"AI bukan semata tentang teknologi, melainkan tentang bagaimana kita menghadirkan alat baru bagi pelaku ekraf untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi, dan daya saing produk mereka. Dengan penguasaan digital, UMKM diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas karya Indonesia,” ujar Menekraf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.