Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

5 Jumat, 22 Agu 2025, 02:15 WIB | Oleh:
UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional Doc: antara
Ket. Pranasik Faihaan Anggota DPD Pemuda Tani Indonesia DIY - Bank harus bisa lebih kreatif dalam menyiapkan produk pembiayaan bagi UMKM. Jangan hanya terpaku pada KUR. Dengan bunga yang terjangkau, UMKM akan lebih mudah tumbuh.

Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

"UMKM ini adalah tulang punggung perekonomian kita, salah satu dari tulang punggung perekonomian kita," ujar Rosan di Jakarta, Kamis (21/8).

Menurut dia, peran dari UMKM ini sangat-sangat besar dan sangat-sangat luar biasa. Kurang lebih terdapat 65 juta UMKM yang ada di Indonesia, dan itu penyerapan tenaga kerjanya kurang lebih 97 persen atau 117 juta orang.

Kemudian peran UMKM terhadap perekonomian nasional atau produk domestik bruto (PDB) mencapai 61 persen.

"Tapi memang untuk (UMKM) ekspornya justru hanya 16 persen. Sedangkan tema kita salah satunya adalah UMKM Go Global, kreatif, berkualitas, dan siap ekspor. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Tapi kalau kita lihat, lebih lanjut lagi, perannya ini harus kita lebih tingkatkan," kata Rosan.

Dia mendorong agar pelaku UMKM harus naik kelas hingga menjadi pengusaha besar agar dapat kembali mendukung dan membantu para pelaku UMKM lainnya.

"Karena (UMKM) harus naik kelas. Kenapa? UMKM naik kelas jadi pengusaha kecil, lalu pengusaha kecil naik kelas jadi pengusaha menengah, pengusaha menengah naik kelas jadi pengusaha besar. Pengusaha besar harus kembali lagi mendukung serta membantu UMKM dan usaha kecil," kata Rosan.

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat transaksi business matching (temu bisnis) yang melibatkan UMKM ke perwakilan Indonesia di luar negeri mencapai 90,4 juta dollar AS atau sekitar 1,4 triliun rupiah.

Ia juga mengungkapkan bahwa 70 persen dari UMKM tersebut merupakan UMKM yang belum pernah mengekspor produk ke luar negeri.

Dalam melakukan business matching pun, Budi menyampaikan UMKM tidak bertemu dengan pembelinya secara fisik, tetapi bertemu secara daring dan didampingi oleh perwakilan Indonesia, baik dari Kementerian Perdagangan, perbankan, atau instansi pemerintah lainnya.

Akses Permodalan

Sementara itu, Anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia DIY, Pranasik Faihaan, menyambut baik pernyataan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani yang menegaskan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Menurutnya, pandangan itu sejalan dengan kenyataan di lapangan bahwa UMKM, termasuk usaha pertanian di desa, berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

“UMKM ini memang sudah lama menjadi penopang ekonomi kita, sama halnya dengan sektor pertanian yang selalu disebut sebagai pilar bangsa. Karena itu, dukungan terhadap UMKM harus benar-benar diwujudkan, bukan hanya sebatas wacana,” ujar Pranasik, Kamis.

Ia menilai, dukungan yang paling dibutuhkan adalah akses permodalan yang lebih luas dan variatif. Saat ini, banyak pelaku UMKM masih bergantung pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), padahal skema pembiayaan lain dari perbankan bisa lebih dikembangkan dengan bunga yang tidak memberatkan.

“Bank harus bisa lebih kreatif dalam menyiapkan produk pembiayaan bagi UMKM. Jangan hanya terpaku pada KUR. Dengan bunga yang terjangkau, UMKM akan lebih mudah tumbuh,” jelasnya.

Pranasik menambahkan, penguatan UMKM juga sebaiknya dimulai dari desa melalui sektor pertanian. Menurutnya, banyak potensi hasil tani yang bisa diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi jika didukung pendanaan dan pendampingan yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.