Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permenpora 14/2024 Dinilai Bisa Rusak Ekosistem Olahraga

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 19:50 WIB | Oleh:
Permenpora 14/2024 Dinilai Bisa Rusak Ekosistem Olahraga Doc: Dok. Pribadi

Jakarta – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengkritik keras Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024. Menurutnya, regulasi tersebut berpotensi menimbulkan masalah serius bagi tata kelola olahraga nasional.

LaNyalla menilai beleid itu cacat secara hierarki hukum karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menjamin independensi organisasi olahraga. “Permenpora justru membatasi independensi dengan mewajibkan rekomendasi Kemenpora untuk menyelenggarakan musyawarah atau kongres organisasi,” katanya di Jakarta, Rabu (20/8).

Risiko Gugatan dan Sanksi

Ia memperingatkan, aturan tersebut bisa memicu gugatan hukum di PTUN karena dinilai melampaui kewenangan menteri. Selain itu, intervensi pemerintah berlebihan dikhawatirkan menimbulkan sanksi dari federasi internasional.

“Prinsip otonomi olahraga yang dijamin Olympic Charter bisa dilanggar. IOC dapat membekukan NOC Indonesia, sehingga atlet dilarang tampil di ajang internasional dengan membawa nama negara,” tegas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Aturan Keuangan Dipertanyakan

LaNyalla juga mengkritisi ketentuan keuangan dalam Permenpora, seperti larangan pengurus menerima honor dari dana hibah pemerintah. Menurutnya, aturan tersebut tidak realistis dan berpotensi memicu konflik baru.

“Aturan sepihak bisa memicu penolakan dari KONI daerah maupun induk cabor. Bahkan bisa memunculkan dua kubu yang saling berlawanan, yang tentu mengganggu persiapan atlet menuju multi-event seperti PON,” ujar Dewan Penyantun KONI Jawa Timur itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.