Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD DKI: Mitigasi Banjir Tak Hanya Andalkan Modifikasi Cuaca

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 21:55 WIB | Oleh:
BPBD DKI: Mitigasi Banjir Tak Hanya Andalkan Modifikasi Cuaca Doc: ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta
Ket. Ilustrasi - Petugas BPBD DKI Jakarta saat memasukkan garam untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta.

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bahwa mitigasi bencana tidak hanya bertumpu pada teknologi operasi modifikasi cuaca (OMC), tapi bisa dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat.

"Selain OMC kami terus melakukan berbagai langkah mitigasi dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, optimalisasi infrastruktur pengendali banjir, serta penguatan sistem peringatan dini juga dapat disiagakan.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah yang dilakukan antara lain pembersihan dan normalisasi saluran, waduk, dan pompa air bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak terkait.

"Penguatan sistem informasi peringatan dini berbasis data cuaca, dan potensi genangan yang disebarluaskan secara real time kepada masyarakat," ujarnya.

Simulasi kesiapsiagaan dan pelatihan kebencanaan di tingkat RW/kelurahan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat siap melakukan evakuasi bila diperlukan

Tidak hanya itu, pemetaan wilayah rawan genangan dan banjir serta penyusunan rencana kontinjensi agar penanganan darurat dapat dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

"Edukasi publik dan sosialisasi melalui berbagai kanal, agar warga lebih waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan selama lima hari sebagai langkah strategis dalam kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

"Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG terdapat potensi peningkatan curah hujan di pertengahan Agustus, karena itu OMC dilaksanakan selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Agustus 2025," kata Isnawa di Jakarta, Minggu (17/8).

OMC bertujuan utama untuk mitigasi bencana hidrometeorologi dan mendukung kelancaran serta keamanan seluruh rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan RI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Rano Karno Dilantik Jadi Ke...
Nasional
PT Pertamina Perluas Akses ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Bantuan pemerintah yang patut diapresiasi karena sangat membantu ...
    Saatnya salah satu komoditi perkebunan andalan indonesia tembus ...
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.