Air Mata & Harapan di Balik Lagu “Blink” Karya Alex Teh
📅 Jumat, 15 Agu 2025, 01:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
JAKARTA - Perjuangan sang paman melawan rasa sakit selama empat tahun lamanya menjadi inspirasi Musisi Alex Teh untuk menciptakan single ketiga dari EP perdananya yang diberi judul "Blink".
"Ketika aku melihat pamanku sakit rasanya semakin sulit. Ketika kami mencoba menyadari ini benar-benar terjadi, rasanya ada penyangkalan, ada kesedihan," kata Alex saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis.
Alex bercerita mulanya lirik yang ia tulis merupakan sebuah puisi yang kata demi katanya mencuat keluar begitu saja ketika sedang duduk di dalam mobil.
Kata-kata yang berserakan di kepalanya mendorongnya untuk perlahan menyusunnya menjadi bait yang penuh dengan makna. Lagu itu jadi makin berarti baginya karena mengandung perasaan tulus keluarga saat memberikan semangat pada pamannya di rumah sakit.
Lagu itu juga mengandung rasa hormatnya pada sang paman, serta kasih sayang keluarga dan sesama saudara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seiring dengan berjalannya waktu, lagu ini mulai terbentuk dan ketika lagu ini terbentuk, aku merasa harus mencari seorang produser," kata wanita kelahiran 2003 itu.
Menurutnya, waktu duka itu membuat dirinya sulit untuk mengekspresikan diri. Musik membantunya jadi lebih terbuka dan melalui lagu itu diharapkan orang lain dapat merasakan hal yang sama.
"Karena terkadang ketika kita berbicara tentang kesedihan, kita tidak bisa menjelaskannya dengan baik. Ini sangat sulit karena kita masih menyangkal dan masih berusaha menerimanya. Jadi saya juga berpikir untuk menjadikannya sebuah lagu agar orang-orang, yang mendengarkan musik saya bisa merasakannya," ucap Alex
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat lagu "Blink", Alex yang memiliki darah keturunan China-India-Indonesia itu juga ingin menekankan pentingnya mendapat dukungan dari orang-orang terkasih dalam melewati suatu masa sulit.
"Aku harap lagu ini benar-benar memberi harapan untuk tetap bertahan dalam duka, dan satu-satunya cara untuk melewati duka adalah dengan benar-benar melewatinya," tambahnya.
Dalam penggarapan lagu tersebut, Will Mara berperan sebagai produser dan Kamga Mo menjadi vocal director beserta Ivan Iponk di Roemahiponk yang membantu tahap pasca produksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!