Ekskul Renang Berujung Duka, Dua Siswa SD Bekasi Tewas Tenggelam!
📅 Rabu, 13 Agu 2025, 10:37 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara Foto
Bekasi, Jawa Barat - Dua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnul Jazari di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah diduga tenggelam saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) renang di sekolah, pada Senin (11/8). Peristiwa tragis ini mengguncang komunitas sekolah dan meninggalkan duka mendalam bagi kedua keluarga korban.
Menurut keterangan dari Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada Selasa dini hari (12/8). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika kedua korban, yang diketahui bernama KBW (laki-laki) dan FAP (perempuan), tenggelam di kolam renang yang terletak di depan sekolah mereka, SDIT Ibnul Jazari, Kecamatan Babelan, Bekasi.
"Pada hari itu, kegiatan ekstrakurikuler renang adalah yang pertama kali untuk murid kelas 1," ungkap Reonald dalam keterangannya. Aktivitas tersebut berlangsung setelah kegiatan belajar-mengajar selesai pada pukul 14.00 WIB. Namun, beberapa saat setelah kegiatan renang dimulai, tragedi menyelimuti suasana sekolah.
Ibu KBW yang awalnya menerima telepon dari pendamping renang, UA, serta kepala sekolah, U, segera diberitahu bahwa anaknya tenggelam bersama FAP. Ia diminta untuk segera datang ke Rumah Sakit Viola di Pondok Ungu Permai. Setibanya di rumah sakit, ibu KBW mendapat kabar yang mengubah hidupnya: kedua anak tersebut telah meninggal dunia.
"IBu KBW tiba lebih dulu di rumah sakit dan diberi tahu bahwa KBW dan FAP telah meninggal dunia diduga tenggelam di kolam renang milik sekolah," lanjut Reonald. Setelah itu, kabar duka disampaikan kepada keluarga FAP, dan kedua jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peristiwa ini tentu saja menambah sorotan tentang keselamatan anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, terutama yang melibatkan aktivitas air. Polisi setempat, melalui Polsek Babelan, kini menangani kasus ini untuk mencari tahu penyebab pasti dari kejadian tersebut dan memastikan kejelasan mengenai kelalaian yang mungkin terjadi.
Kehilangan dua anak sekaligus dalam insiden ini membuat masyarakat sekitar dan orang tua siswa merasa khawatir, dan berharap ada langkah lebih lanjut untuk memastikan keselamatan dalam setiap kegiatan sekolah. Sebuah tragedi yang menyisakan banyak pertanyaan tentang prosedur dan pengawasan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!