Amarah Warga Meledak! Rumah dan Motor Afandi Pembunuh Bocah 7 Tahun di Pasuruan Dihancurkan hingga Tinggal Kerangka
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 14:10 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pada Sabtu malam (9/8/2025), suasana Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, berubah mencekam. Puluhan warga yang diliputi duka dan kemarahan menyerbu rumah M Afandi, pelaku pembunuhan sadis terhadap bocah 7 tahun, M Haidar Musthofa.
Tak hanya rumah pelaku, kediaman ayahnya yang berdempetan pun ikut menjadi sasaran amukan massa.
Rumah Pelaku Dihancurkan hingga Tinggal Rangka
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan luar biasa. Rumah Afandi yang berdiri tepat di seberang rumah korban kini nyaris rata dengan tanah.
Genting di atap habis dihancurkan, menyisakan rangka kayu reng. Teras rumah ambruk, pintu dan jendela hancur berantakan, dan perabot di dalamnya porak-poranda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak berhenti di situ, rumah ayah Afandi yang bercat biru muda juga mengalami nasib sama. Tiang teras patah, genting depan pecah, dan sisa-sisa kerusakan berserakan di halaman.
Motor Pun Jadi Korban Amukan
Tiga unit motor yang terparkir di halaman tak luput dari sasaran. Warga melempari, merusak, hingga motor-motor itu nyaris tak berbentuk. Garis polisi pun terpaksa dipasang untuk mengamankan lokasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keluarga Pelaku Diamankan
Kepala Desa Sambisirah, Abdurrohim, mengungkapkan bahwa keluarga Afandi telah diungsikan sebelum amukan terjadi.
“Bapaknya diungsikan, tapi saya nggak tahu kemana. Saya juga belum tahu apakah pemilik rumah melapor soal perusakan ini,” ujarnya.
Amukan Terjadi Dua Kali
Perusakan ini ternyata berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama pecah tak lama setelah prosesi pemakaman korban pada Sabtu malam, ketika emosi warga memuncak. Gelombang kedua terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari, ketika sebagian warga kembali untuk melanjutkan perusakan.
Tragedi ini menjadi lanjutan dari kasus pembunuhan yang mengguncang hati masyarakat Pasuruan. Perasaan duka bercampur geram membuat warga melampiaskan amarahnya kepada rumah dan harta benda pelaku.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!