Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Momentum Lebaran Angkat UMKM

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Momentum Lebaran Angkat UMKM Doc: ANTARA / Ari Bowo Sucipto
Ket. Pekerja membuat kue kering atau kukis di dapur De Lys Patisserie, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (9/3).

Jakarta – Momentum Lebaran dinilai menjadi peluang penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar. Meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri mendorong permintaan berbagai produk, mulai dari makanan, pakaian, hingga jasa transportasi dan pariwisata.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat menjadi penggerak penting bagi perekonomian nasional. Peningkatan konsumsi masyarakat selama periode tersebut dinilai mampu memperkuat aktivitas UMKM sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor.

Seperti dikutip dari Antara, Peneliti Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Indef Abdul Manap Pulungan mengatakan Lebaran setiap tahun selalu menjadi periode ekonomi yang signifikan. Hal ini terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, yang biasanya dipicu oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) serta tingginya mobilitas masyarakat untuk mudik.

“Momentum Lebaran setiap tahun menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perekonomian. Peningkatan konsumsi akan mendorong aktivitas UMKM agar lebih bergerak dan meningkatkan kapasitas produksinya,” ujar Abdul Manap dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, meningkatnya permintaan terhadap berbagai produk dan jasa selama periode tersebut akan berdampak langsung pada sektor UMKM. Berbagai sektor seperti makanan dan minuman, ritel, transportasi, hingga layanan lain yang berkaitan dengan aktivitas Lebaran diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas.

Selain itu, meningkatnya kegiatan ekonomi juga akan berpengaruh terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Meski demikian, Abdul Manap mengingatkan bahwa momentum tersebut juga disertai sejumlah tantangan. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah potensi kenaikan inflasi menjelang Lebaran, terutama pada komoditas pangan. Kenaikan harga pangan kerap terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat, sementara ketersediaan stok tidak selalu bertambah secara signifikan.

Destinasi Wisata

Pada kesempatan itu, Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UKM Indef Nur Komaria menambahkan bahwa periode Lebaran secara konsisten mendorong pertumbuhan di sejumlah sektor, seperti pariwisata, perhotelan, transportasi, logistik, serta perdagangan daring atau e-commerce.

Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran membuka peluang bagi berbagai destinasi wisata domestik untuk menarik lebih banyak wisatawan. Indonesia sendiri memiliki potensi besar di sektor pariwisata karena didukung oleh kekayaan sumber daya alam serta keberagaman destinasi wisata.

Namun demikian, untuk memaksimalkan potensi tersebut diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai serta peningkatan kenyamanan bagi wisatawan. Dengan pengelolaan yang tepat, momentum Ramadhan dan Idul Fitri dinilai dapat menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.