Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Mutilasi Istri Siri: Mengapa Hutan Pacet Mojokerto Menjadi Lokasi Favorit Pembuangan Tubuh Korban?

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 14:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Mutilasi Istri Siri: Mengapa Hutan Pacet Mojokerto Menjadi Lokasi Favorit Pembuangan Tubuh Korban? Doc: Istimewa
Ket. SURABAYA - Setidaknya 310 potongan tubuh Tiara Angelina Saraswati tersebar di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pacet Mojokerto dan rumah kosnya di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya. Suami siri Tiara, Alvi Maulana yang pernah bekerja sebagai tukang

SURABAYA - Setidaknya 310 potongan tubuh Tiara Angelina Saraswati tersebar di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pacet Mojokerto dan rumah kosnya di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya. Suami siri Tiara, Alvi Maulana yang pernah bekerja sebagai tukang jagal telah membuangnya  untuk menghilangkan jejak setelah membunuh alumnus Universitas Trunojoyo Madura itu. Sebelumnya, Satreskrim Polres Mojokerto pada Senin (8/9) mengungkap kasus mutilasi berlatar belakang ekonomi dan rumah tangga tersebut. Polisi menyebut Alvi emosi lalu menusuk leher korban dengan pisau dapur di rumah kos, Minggu (31/8) dini hari karena tidak tahan dengan cekcok dan tuntutan Tiara soal ekonomi. 

Perbuatan itu terkuak berawal dari seorang pencari rumput Dusun Pacet Selatan, Suliswanto, yang menemukan potongan telapak kaki kiri korban di hutan itu, Sabtu (6/9).

Setelah melakukan penyisiran, petugav menemukan 65 potongan tubuh lainnya ynag kemudian berhasil diidentifikasi milik korban Tiara. 

Setelah melacak dan menagkap pelaku pada Minggu (8/9), dalam penggeledahan di rumah kos polisi menemukan ratusan bagian tubuh lainnya termasuk tengkorak yang dibungkus tas plastik, potongan gigi, tulang-tulang dan bagian tubuh lainnya 

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto di Mojokerto, mengatakan, selama satu tahun bertugas, sudah empat kali terjadi perbuatan mutilasi di wilayah Pacet dan semua pelakunya tertangkap."Salah satunya alasan pelaku AM memilih kawasan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur sebagai lokasi pembuangan potongan tubuh korban karena lokasinya sepi," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto.Ia mengatakan, di Pacet merupakan wilayah pegunungan dengan jalan berliku, jurang yang dalam, serta suasana sepi di malam hari membuat tempat itu dianggap tersangka sebagai lokasi aman untuk menghilangkan jejak.Saat ini, pihaknya saat ini juga menunggu hasil forensik untuk menyatukan potongan tubuh korban serta mengingatkan supaya Pacet tidak lagi dijadikan lokasi pembuangan jenazah."Agar tidak terdengar tetangga, tersangka memutilasi korban di dalam kamar mandi," katanya.Ihram merinci, tersangka menggunakan berbagai alat, pisau dapur, pisau besar, palu, hingga gunting baja untuk selanjutnya tubuh korban dimasukkan ke dalam tas merah dan kantong plastik.Ia mengatakan, tersangka kemudian berangkat dengan sepeda motor ke arah Mojokerto dan berhenti di dua titik berbeda dimana di sepanjang Jalan Raya Pacet–Batu, potongan tubuh dilemparkan satu per satu.“Cara pelaku membuang sambil berjalan membawa tas, kemudian dilempar dan dicecer di pinggir jalan," ujarnya.Ia mengatakan, pilihan lokasi Pacet tidak lepas dari pengetahuan tersangka tentang daerah itu yang terkenal sepi pada dini hari, sehingga kecil kemungkinan aksinya terlihat orang. Namun, justru di situlah jejak kejahatan akhirnya terbongkar.Untuk mengumpulkan seluruh potongan tubuh, kata dia, polisi mengerahkan puluhan personel dibantu Unit Satwa Ditsamapta Polda Jatim."Penyisiran dilakukan hingga radius 200 meter, sampai akhirnya seluruh bagian tubuh TAS ditemukan," katanya.Pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati," katanya.Sementara itu, Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara Porong Komisaris Polisi (Kompol) Zaid mengaku telah menerima sekira 310 potongan tubuh diduga milik korban pembunuhan dan mutilasi di Kecamatan Pacet, Mojokerto."Potongan tubuh terduga korban itu kami terima secara bertahap. Setiap bagian yang kami terima langsung kami lakukan otopsi dan tes DNA untuk memastikan kondisi dan identitas korban," tutupnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.