Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Emping Melinjo Selamatkan Ekonomi Warga Pelosok Lebak dan Mengikis Kemiskinan

📅 Senin, 11 Agu 2025, 13:29 WIB | Oleh:
Emping Melinjo Selamatkan Ekonomi Warga Pelosok Lebak dan Mengikis Kemiskinan Doc: ist
Ket. Membuat emping dari melinjo

LEBAK – Sebagian orang mungkin menghindari emping melinjo. Namun, produk ini mampu menghidupkan ekonomi warga di pelosok Lebak, Banten.

Perajin emping melinjo mampu memutus mata rantai kemiskinan di pelosok Kabupaten Lebak, Banten karena dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.

"Kita mengembangkan usaha kerajinan emping melinjo itu sejak tahun 1997 hingga kini masih bertahan," kata Eros (55), seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) emping melinjo “Eka Putri,” Warunggunung, Kabupaten Lebak, Senin.

Produksi emping melinjo di pelosok desa Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak tumbuh dan berkembang. Dia bahkan menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat mulai petani melinjo, pemanjat pohon melinjo, penampung melinjo dan pengemudi ojek. Jadi, emping melinjo menciptakan lapangan pekerjaan.

Kehidupan ekonomi masyarakat Lebak relatif baik dan sejahtera, karena hampir semua desa sebagai perajin emping melinjo. Bahkan, produksi kerajinan emping mampu memutus mata rantai kemiskinan.

Saat ini, pelaku UMKM emping di Warunggunung sekitar 50 unit usaha, karena didukung bahan baku komoditas melinjo di daerah itu melimpah. "Kami meyakini perputaran uang dari kerajinan emping melinjo mencapai miliaran rupiah per tahun," kata Eros.

Menurut dia, produksi emping melinjo Warunggunung Kabupaten Lebak memiliki keunggulan dari varian, karena diproduksi secara tradisional. Karena itu, mutu dan kualitas emping melinjo Warunggunung memiliki khas tersendiri dari rasa gurih, renyah, beraroma serta menyehatkan.

Produksi emping melinjo tersebut, selain dipasok ke wilayah Banten, Jakarta dan Bandung juga menembus negara Arab Saudi, Malaysia serta Jepang. Harga emping melinjo saat ini dijual 85.000 per kilogram dan kaceprek emping varian rasa pedas, manis dan original 120 ribu per kg.

"Kita memproduksi emping melinjo itu sekitar 2-3 ton per bulan dan menyerap tenaga kerja 15 orang," katanya. Begitu juga pelaku UMKM kerupuk emping melinjo lainnya, Eria (50), warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Dia mengatakan sudah 25 tahun menggeluti usaha ini dan masih bertahan hingga menyerap tenaga kerja puluhan orang.

"Kami bisa menghasilkan omzet tergantung permintaan pasar sekitar 60-80 juta per bulan," katanya. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, pemerintah daerah hingga kini terus mendorong agar pelaku UMKM emping melinjo berkembang dan mampu mengatasi kemiskinan ekstrem khususnya di perdesaan.

"Pelaku UMKM emping melinjo sekitar 2.500 unit usaha dapat meningkatkan mutu dan kualitas sehingga dapat menembus pasar domestik dan mancanegara," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Nuansa Kemerdekaan Menyelimuti Ikon Kota Bogor

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Nuansa Kemerdekaan Menyelim...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.