New Zealand Tawarkan Indonesia Kerja Sama di Sektor Peternakan
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 22:50 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/MARTY MELVILLE
JAKARTA - New Zealand menawarkan teknologi dan keahlian yang dimilikinya untuk membantu pertumbuhan sektor peternakan Republik Indonesia, terutama dalam upaya meningkatkan produksi susu dan daging sapi berkualitas tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Todd McClay dalam wawancara khusus di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis (7/8) -- mengacu pada posisi negaranya sebagai salah satu pemasok dan eksportir susu dan daging sapi terbesar dunia.
“Peternak di New Zealand menghasilkan susu terbanyak per ekor hewan dibandingkan negara manapun di dunia. Kami percaya ilmu pengetahuan, keahlian, dan teknologi yang kami miliki — termasuk dalam hal pakan ternak dan berbagai praktik peternakan — dapat dibawa ke Indonesia untuk membantu. Kami sangat antusias untuk mewujudkannya,” katanya.
McClay yang juga menjabat sebagai Menteri Kehutanan serta Menteri Perdagangan dan Investasi itu, mengatakan bahwa New Zealand memandang kemitraan dengan Indonesia sebagai sesuatu yang sangat positif dan saling menguntungkan.
Tidak hanya mengandalkan ekspor produk susu ke Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan, New Zealand juga telah membangun pabrik susu di Indonesia yang bekerja sama dengan pelaku industri tanah air pada 2014.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati demikian, McClay mendapati bahwa program kerja sama tersebut akan segera berakhir. Oleh karena itu, melalui kunjungannya ke Indonesia kali ini, dirinya kembali menyampaikan komitmen untuk memberikan dukungan berkelanjutan terhadap sektor peternakan Indonesia.
“Namun saya diberi tahu bahwa program ini akan segera berakhir. Karena itu, hari ini saya berkomitmen untuk kembali meninjau dan melihat bagaimana kami dapat meningkatkan program tersebut, memberikan lebih banyak energi dan sumber daya. Saya ingin menggandakan upaya kami di bidang ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, McClay menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Kamis pagi, keduanya turut membahas perluasan kerja sama untuk meningkatkan produksi beras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berkaca pada produksi di New Zealand, dirinya menyampaikan bahwa peningkatan produksi beras tidak hanya dilakukan dengan menambah luas lahan tanam, namun bisa dengan pengembangan varietas baru.
“Jika kita lihat pada apel dan hortikultura, sebagai contoh, kami memiliki banyak varietas baru yang tumbuh lebih cepat dengan ukuran yang lebih besar dan lebih bergizi. Ini berarti hasil panen petani meningkat, penghasilan mereka bertambah, dan mereka dapat memberi makan lebih banyak orang,” ujar dia.
Adapun Indonesia dan New Zealand baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan perdagangan bilateral komoditas pertanian kedua negara.
Menteri Pertanian Amran mengatakan Indonesia mendorong perdagangan yang seimbang dan saling menguntungkan bersama Selandia Baru, dengan menawarkan produk ekspor unggulan seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) hingga kopi.
“Kita akan memperkuat kolaborasi ke depan. Tadi kami tanda tangan MoU, meminta (solusi) win-win supaya perdagangan kita bisa balance. Kami dorong ekspor CPO, karet, kakao dan kopi. Mereka bersedia tingkatkan ekspor Indonesia ke Selandia Baru,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/8). Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!