Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Karhutla Terbesar di Prancis Tahun Ini Tewaskan Satu Orang dan Hanguskan Ribuan Hektare

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 19:15 WIB | Oleh:
Karhutla Terbesar di Prancis Tahun Ini Tewaskan Satu Orang dan Hanguskan Ribuan Hektare Doc: Reuters

JAKARTA – Kebakaran hutan hebat melanda wilayah selatan Prancis dan menjadi yang terparah di negara tersebut sepanjang tahun ini. Petugas pemadam kebakaran masih terus berjuang keras pada Rabu (waktu setempat) untuk memadamkan kobaran api yang meluas dengan cepat dan merusak ribuan hektare lahan.

Menurut Prefektur Aude, satu warga ditemukan tewas di desa Saint-Laurent-de-la-Cabrerisse, sementara satu orang lainnya dari desa yang sama dinyatakan hilang. Selain itu, setidaknya 25 rumah dilaporkan hangus terbakar akibat amukan si jago merah.

Banyak akses jalan utama di sekitar wilayah terdampak kebakaran telah ditutup demi alasan keselamatan. Hal ini membuat proses evakuasi dan penanggulangan semakin menantang di tengah penyebaran api yang terus berlangsung.

Juru bicara pemadam kebakaran nasional, Eric Brocardi, menyebut kejadian ini sebagai "bencana dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya." Ia menambahkan bahwa kebakaran tersebut menjalar dengan kecepatan tinggi.

“Api menyebar dengan kecepatan 5,5 km per jam,” ujar Brocardi kepada radio RTL.

Kepala pemadam kebakaran setempat, Christophe Magny, mengatakan bahwa api telah membakar sekitar 13.000 hektare lahan, menjadikannya kebakaran hutan terbesar di Prancis tahun ini berdasarkan luas area terbakar. Ia juga menyebut bahwa skala kebakaran kali ini termasuk salah satu yang paling parah dalam sejarah kebakaran hutan di negara itu.

Untuk memberikan gambaran tentang skala kerusakan, wilayah yang terbakar bahkan melebihi luas kota Paris. Dampaknya tak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam keselamatan penduduk dan infrastruktur di sekitarnya.

Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou, dijadwalkan mengunjungi lokasi kejadian pada hari yang sama untuk meninjau langsung situasi di lapangan. Kehadiran pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat upaya bantuan dan pemulihan pascakebakaran.

Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa meningkatnya suhu dan kekeringan ekstrem di kawasan Mediterania telah memperbesar risiko kebakaran hutan. Kombinasi antara vegetasi yang kering dan angin kencang membuat api mudah menyebar secara tak terkendali.

Kondisi cuaca ekstrem ini menjadi faktor utama yang memperparah skala dan kecepatan penyebaran api. Dalam situasi seperti ini, intervensi manusia sangat terbatas, dan pemadaman kebakaran memerlukan strategi besar serta kolaborasi dari berbagai pihak.

Kebakaran yang terjadi bukan hanya menjadi bencana lokal, namun juga menjadi peringatan global mengenai dampak nyata dari perubahan iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena cuaca ekstrem seperti ini semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia.

Sejauh ini, ratusan personel pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi terdampak. Mereka menggunakan helikopter dan kendaraan pemadam berat untuk mencoba mengendalikan api yang terus berkobar.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar area berbahaya telah dievakuasi ke tempat aman. Pusat pengungsian darurat telah dibuka oleh pemerintah daerah untuk menampung mereka yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Pemerintah setempat juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi keselamatan yang diberikan oleh petugas lapangan. Informasi terbaru terus disampaikan melalui media lokal dan kanal resmi pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.