Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltim Komitmen Kurangi Ketergantungan pada Ekpor Batu Bara, Kini Fokus Perkuat Sektor Nonmigas

📅 Senin, 04 Agu 2025, 14:48 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltim Komitmen Kurangi Ketergantungan pada Ekpor Batu Bara, Kini Fokus Perkuat Sektor Nonmigas Doc: antara foto
Ket. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dalam peresmian Export Center Balikpapan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso di Galeri UMKM Balikpapan di Balikpapan, kemarin.

BALIKPAPAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor batu bara, sebagai gantinya akan fokus memperkuat sektor nonmigas, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru daerah.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menjelaskan selama ini Kaltim menyumbang 60 persen produksi batu bara nasional, dengan kontribusi sebesar 71 persen terhadap perekonomian daerah.

Namun mengingat batu bara adalah sumber daya yang tidak terbarukan dan harganya fluktuatif, Pemprov Kaltim merasa perlu mencari sumber ekonomi baru.

“Kita harus bertransformasi menuju ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan,” kata Gubernur Rudy Mas'ud saat ikut dalam peresmian Export Center Balikpapan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso di Galeri UMKM Balikpapan di Balikpapan, kemarin.

Gubernur menyebutkan berbagai komoditas ekspor nonmigas Kaltim yang memiliki potensi besar, seperti udang windu organik, kerang, kepiting, ikan segar, rumput laut, kakao, sawit, karet, dan keratom.

Ia bahkan menyebutkan bahwa Balikpapan setiap hari mampu mengirimkan 5-8 ton kerang segar ke Singapura melalui jalur distribusi Jakarta.

Untuk mengoptimalkan potensi ini, Rudy berharap Kementerian Perdagangan dapat memberikan dukungan dalam membuka rute penerbangan langsung dari Balikpapan ke pasar ekspor seperti Singapura dan Hong Kong.

“Akses langsung akan mempercepat distribusi dan meningkatkan daya saing produk kita,” tambahnya.

Selain sektor perikanan, Gubernur juga menyoroti potensi perkebunan sawit seluas 3 juta hektare, hutan seluas 12,5 juta hektare dengan 1.500 spesies flora-fauna, serta komoditas unggulan seperti kakao dari Kutai Timur.

Dengan berdirinya Export Center Balikpapan, Rudy optimistis bahwa UMKM di Kaltim akan semakin terbantu.

Export Center ini diharapkan bisa menjadi fasilitas pendampingan dan penjajakan bisnis (business matching) yang membantu para pelaku UMKM untuk menembus pasar internasional.

“Transformasi ekonomi harus berbasis nilai tambah, inklusif, dan berkelanjutan. UMKM adalah pemain kuncinya,” tutup Rudy Mas'ud.

Diketahui, ekspor berbagai produk kimia dari Provinsi Kaltim sepanjang semester I-2025 mengalami kenaikan sebesar 148,82 persen, sehingga hal ini mampu menahan laju penurunan ekspor Kaltim yang secara kumulatif terkontraksi 17,49 persen.

“Secara kumulatif nilai ekspor Kaltim selama Januari-Juni (semester I-2025) tercatat sebesar 10,03 juta dolar AS, turun sebesar 17,49 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, di Samarinda, Minggu (3/8).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Olahraga
Dukungan CAF untuk Infantin...
Olahraga
Tes Genetik WTA Dimulai, Pe...

Polres Situbondo Distribusikan Air Bersih ke Desa Kekurangan Air

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polres Situbondo Distribusi...

Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Setelah 1.120 Hektare Terda...
Rona
DC Peti Eskan Serial Amanda...
Daerah
Mewaspadai Risiko ISPA Sela...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.