Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Kebakaran Hutan, Pemprov Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla Selama 3 Bulan

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 08:38 WIB | Oleh:
Banyak Kebakaran Hutan, Pemprov Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla Selama 3 Bulan Doc: BMKG Kotim
Ket. Peta kemudahan terjadinya kebakaran yang ditinjau dari analisa parameter cuaca wilayah Kalimantan Tengah pada 30 dan 31 Juli 2025.

SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (kalteng) menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 90 hari, mulai 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025.

“Setelah mendengarkan paparan dari sejumlah instansi terkait, kami sepakat menetapkan status siaga bencana karhutla selama 90 hari atau kurang lebih tiga bulan ke depan,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Jumat (1/8).

Penetapan ini merupakan hasil rapat koordinasi melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG Kotim, Polres Kotim, Kodim 1015/Sampit, Kejari Kotim, Disdamkarmat, Manggala Agni, Camat, masyarakat peduli api (MPA), dan lainnya.

Irawati menjelaskan penetapan status ini mengacu pada perkembangan kondisi dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, intensitas kejadian karhutla di Kotim mulai meningkat, begitu juga jumlah hotspot atau titik panas yang terdeteksi.

Selain itu, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Kotim, menunjukkan potensi karhutla yang cukup tinggi di wilayah Bumi Habaring Hurung tersebut seiring dengan menurunnya curah hujan di musim kemarau.

“Tetapi, untuk penetapan status ini bisa berubah sesuai hasil evaluasi ke depannya, misalnya kalau hotspot terpantau menurun, status bisa kita turunkan, sebaliknya jika hotspot itu naik, statusnya bisa kita naikkan,” kata Irawati.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyampaikan Kotim menjadi yang kelima menetapkan status siaga bencana karhutla di wilayah Kalteng, setelah Kabupaten Pulang Pisau dan Gunung Mas, Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng.

Multazam mengatakan dalam rapat koordinasi telah disampaikan beberapa perintah dari pimpinan pusat, provinsi hingga kabupaten mengenai penanggulangan karhutla yang menjadi acuan bagi satgas di daerah.

“Kalau kebakaran satu hari hanya satu atau dua titik dan cepat akses ke lokasi, serta dilakukan pembatasan insya Allah bisa kita atasi, tetapi kalau terjadi perluasan itu yang sulit. Kami berharap kesadaran masyarakat. Hampir 99 persen kejadian karhutla disebabkan manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.