Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ParagonCorp Ajak Brand Lokal Bareng-bareng Bangun Industri Kecantikan Berkelanjutan

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 13:15 WIB | Oleh:
ParagonCorp Ajak Brand Lokal Bareng-bareng Bangun Industri Kecantikan Berkelanjutan Doc: Genvoice
Ket. ParagonCorp menggandeng sejumlah pendiri merek kecantikan lokal untuk mendorong kolaborasi dalam membangun industri kecantikan Indonesia yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi tersebut melibatkan founder BLP Beauty, HMNS, Guele, Brighty, serta sejumlah pencetus brand lokal lainnya.

JAKARTA - ParagonCorp menggandeng sejumlah pendiri merek kecantikan lokal untuk mendorong kolaborasi dalam membangun industri kecantikan Indonesia yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi tersebut melibatkan founder BLP Beauty, HMNS, Guele, Brighty, serta sejumlah pencetus brand lokal lainnya.

Komitmen tersebut dibahas dalam side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 bertajuk "Beauty in Sustainability: The Beauty of Reimagining Growth" di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Forum ini membahas bagaimana industri kecantikan dapat terus tumbuh sekaligus memberikan dampak positif bagi manusia dan lingkungan.

ParagonCorp menilai persoalan keberlanjutan dalam industri kecantikan tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Rantai pasok bahan baku, penggunaan kemasan, hingga pengelolaan dan daur ulang produk saling berkaitan sehingga membutuhkan kerja sama dari berbagai pelaku industri.

"Produknya boleh berbeda-beda, tetapi yang membuat harus bersama-sama. Keberlanjutan adalah perjalanan yang terus kami pelajari, dan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama sesama founder dan seluruh ekosistem industri," ujar Deputy CEO ParagonCorp Dr. Sari Chairunnisa.

Menurut Sari, kolaborasi antarmerek dapat membantu menciptakan skala ekonomi untuk penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Ketika permintaan terhadap bahan tersebut datang secara kolektif dari banyak brand, pemasok memiliki ruang lebih besar untuk berinvestasi sehingga produk berkelanjutan dapat menjadi lebih terjangkau.

Kondisi tersebut dinilai dapat membuka akses bagi lebih banyak pelaku industri, termasuk merek kecantikan lokal dengan skala menengah. Dengan permintaan yang semakin besar, penggunaan bahan baku ramah lingkungan dan plastik daur ulang diharapkan tidak hanya menjadi pilihan bagi perusahaan tertentu.

CEO BLP Beauty Monica Christasia menyambut kolaborasi tersebut sebagai ruang bagi brand lokal untuk bertukar gagasan sekaligus menemukan mitra yang sesuai. Menurutnya, pertumbuhan industri kecantikan nasional dapat berjalan lebih baik ketika para pelaku industri saling terhubung.

"Forum ini membuka ruang bagi brand lokal untuk bertukar gagasan dan terhubung dengan mitra yang tepat. Kami percaya industri kecantikan Indonesia bisa tumbuh lebih baik jika bergerak bersama," ungkap Monica.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Beauty Founders Gathering dan dilanjutkan empat sesi panel diskusi yang membahas berbagai aspek keberlanjutan. Topik yang dibahas mencakup inovasi bahan baku, sirkularitas kemasan, perkembangan pasar, hingga dampak sosial dari industri kecantikan.

Diskusi tersebut melibatkan sejumlah pakar dan mitra dalam ekosistem keberlanjutan, di antaranya Katadata Green, Koalisi Ekonomi Membumi, IFF, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Dietplastik Indonesia, Dynapack Asia, Rekosistem, serta kelompok aksi lingkungan Pandawara.

Dari sisi produk, para panelis menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek keberlanjutan, keamanan, dan performa produk. Sementara pada sektor kemasan, penerapan konsep sirkular dinilai perlu dimulai sejak tahap desain dan dilanjutkan melalui sistem pengembalian atau take-back system hingga masuk ke rantai daur ulang.

Dalam forum tersebut, ParagonCorp juga membagikan sejumlah praktik keberlanjutan yang telah dilakukan. Merek TAVI disebut telah menggunakan 30 persen plastik daur ulang pada kemasannya, sedangkan Emina berhasil mengurangi penggunaan plastik hingga 10 persen.

Upaya pengelolaan kemasan juga dilakukan melalui program Paragon Empties Station. Hingga saat ini, konsumen telah mengembalikan 83.326 kemasan produk kecantikan bekas untuk kemudian masuk ke proses daur ulang.

Prinsip keberlanjutan turut diterapkan dalam penyelenggaraan acara Beauty in Sustainability. Bekerja sama dengan Jejakin, ParagonCorp mengukur jejak emisi kegiatan tersebut dan berkontribusi dalam penanaman 300 pohon di Yogyakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.