Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Normalisasi 14 Titik Sungai di Kota Cirebon

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 21:45 WIB | Oleh:
Normalisasi 14 Titik Sungai di Kota Cirebon Doc: Antara

Cirebon - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Jawa Barat, telah merampungkan normalisasi aliran sungai di 14 titik dengan panjang total sekitar 3 kilometer selama Januari-Juli 2025 untuk mencegah banjir saat musim hujan.

"Total panjang sungai yang sudah dinormalisasi kira-kira 3 kilometer, baik secara manual maupun menggunakan alat berat," kata Subordinator Pengelolaan Sumber Daya Air DPUTR Kota Cirebon Hermawan Sudarsono, di Cirebon, Selasa.

Ia menjelaskan normalisasi dilakukan dengan cara mengangkat sedimentasi lumpur dan sampah, serta memperlebar badan sungai agar aliran air lebih lancar, terutama di kawasan rawan banjir yang kerap terdampak saat intensitas hujan tinggi.

Saat ini, kata dia, kegiatan normalisasi masih berlangsung di Sungai Cikalong yang menjadi salah satu prioritas utama karena rawan limpasan air saat musim hujan.

Sudarsono mengatakan ada beberapa sungai di Kota Cirebon yang dinormalisasi lebih dari satu titik yakni Sijarak 1 dan Kaliledeng, yang alirannya melewati wilayah padat penduduk dan sering tersumbat akibat tumpukan lumpur dan sampah.

“Normalisasi, pengerjaannya dilakukan bertahap sejak awal tahun dengan melibatkan tenaga lapangan DPUTR serta alat berat, untuk memaksimalkan proses pengerukan," katanya.

Ia mengatakan kegiatan normalisasi selalu melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, sebagai mitra teknis dalam penanganan aliran sungai lintas wilayah.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa program normalisasi sungai ini merupakan bagian penting dari strategi pencegahan banjir yang sudah dirancang pemerintah daerah sejak awal 2025.

"Kalau sungai-sungainya terhambat lumpur dan sampah, ini akan mempercepat banjir di kota," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah ke dalam aliran air, agar hasil normalisasi bisa bertahan lebih lama dan berfungsi optimal.

Edo menegaskan upaya pengendalian banjir tidak cukup hanya dilakukan pemerintah daerah, melainkan juga perlu peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitarnya.

“Kami menargetkan penanganan lanjutan akan dilakukan pada titik-titik lain yang mulai terdeteksi mengalami pendangkalan, dengan mempertimbangkan anggaran dan kondisi lapangan,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Kendalian Inflasi, Bulog Le...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.