Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rela Kucurkan Rp 400 Triliun, Ini Alasan Kuat Presiden Prabowo Luncurkan Koperasi Merah-Putih

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 23:46 WIB | Oleh:

Dukungan pemerintah terhadap 9.000 KUD yang didirikan pada masa pemerintahan Suharto berakhir ketika ia lengser sebagai presiden pada tahun 1998. Sejak saat itu, sebagian besar KUD telah dinyatakan bangkrut atau ditinggalkan oleh anggotanya dan menghilang. Hanya 385 KUD yang masih aktif hingga saat ini.

"Begitulah risiko mendirikan koperasi yang lahir dari kebijakan top-down. Mereka menjadi bergantung pada insentif dan dukungan pemerintah karena mereka lahir bukan dari kebutuhan dan inisiatif masyarakat," kata Acuviarta. 

Prabowo berjanji, koperasi Merah Putih miliknya akan diawasi ketat, mencegah terjadinya kasus penggelapan dan korupsi.

"Teknologi akan memungkinkan (koperasi) untuk dipantau secara ketat. Semua uang yang masuk dan keluar (akan dipantau) melalui teknologi. (Korupsi yang melibatkan koperasi) akan menjadi masa lalu," ujarnya.

Prabowo juga mengatakan bahwa programnya “akan menjadi tulang punggung perekonomian daerah” dan bahwa masyarakat akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menjaga koperasi lokal mereka tetap bertahan, dengan atau tanpa dukungan dari pemerintah pusat di Jakarta.

Meskipun ada risiko, para ahli dan pelaku industri percaya bahwa beberapa koperasi ini dapat berkembang dan memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi lokal. 

"Ada peternak yang kesulitan mendapatkan pinjaman bank karena tidak memiliki rekening bank atau karena mereka bukan badan hukum. Layanan simpan pinjam yang disediakan oleh koperasi ini dapat memberikan solusi bagi anggota kami," ujar Muhlis Wahyudi, sekretaris jenderal Asosiasi Peternak Unggas Indonesia. 

Muhlis mengatakan pihaknya juga berharap koperasi-koperasi ini akan membeli daging ayam dan telur dari peternak tradisional dengan harga yang wajar dan stabil. 

"Karena harga berfluktuasi, terkadang kami harus membeli pakan saat harga tinggi dan menjual ayam saat harga rendah. Banyak anggota kami yang bangkrut karena masalah ini," ujarnya.

Para ahli mengatakan agar koperasi ini dapat berjalan, pemerintah perlu merekrut orang-orang yang memiliki pemahaman baik tentang masalah yang dihadapi penduduk setempat di daerah tertentu dan mengubah masalah ini menjadi peluang ekonomi. 

"Setiap desa memiliki tantangan dan peluang yang unik. Satu desa mungkin lebih diuntungkan oleh layanan logistik koperasi karena letaknya yang terpencil dan kurang bergantung pada fasilitas penyimpanan karena produk yang mereka jual tidak mudah rusak," ujar Media dari CELIOS. 

“Beberapa desa bahkan mungkin tidak memerlukan koperasi baru karena mereka sudah memiliki koperasi yang lahir dari inisiatif mereka sendiri yang berjalan dan berkembang.” 

Ekonom Achmad menyuarakan sentimen serupa. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.